Keji! Seorang Ibu Afghanistan Dibunuh Secara Brutal di Depan Balitanya Sambil Menggendong Bayi
pixabay.com/Ilustrasi/Endho
Dunia

Meskipun suaminya memohon padanya untuk tidak keluar rumah, Farwa berlari keluar sambil menggendong bayinya yang berusia enam bulan ketika mendengar seseorang minta tolong.

WowKeren - Seorang wanita telah dibunuh secara keji di Afghanistan beberapa hari setelah dia berbaris dengan ratusan wanita menyerukan hak yang lebih baik di negara yang dikuasai Taliban. Adalah Farwa, wanita 30 tahun yang merupakan ibu dari tiga orang anak.

Ia sebelumnya ikut turun ke jalan untuk menyuarakan protesnya, di tengah ancaman kekerasan dan pembalasan dari rezim militan. Dua hari kemudian, ia dibunuh.

Kematiannya pertama kali dilaporkan oleh The Guardian. Saudara laki-laki Farwa, Rohullah Hossaini, berbicara kepada news.com.au mengatakan bahwa kala itu saudara perempuannya berada di rumahnya pada hari Jumat (10/9) ketika dia mendengar seseorang di luar berteriak minta tolong.

Meskipun suaminya memohon padanya untuk tidak keluar rumah, Farwa berlari keluar sambil menggendong bayinya yang berusia enam bulan. Putranya yang berusia tiga tahun mengikuti di belakangnya. Farwa kemudian dieksekusi di jalan dengan balitanya itu menyaksikan pembunuhan brutal terhadap sang ibu.


Suami Farwa segera mengamankan tubuh istrinya dan memberi tahu anak mereka yang berusia tiga tahun itu bahwa sang ibu sedang tidur. Sementara itu putra tertua Farwa yang berusia enam tahun, sudah bisa memahami apa yang telah terjadi.

Bayi Farwa yang berusia 6 bulan selamat namun harus segera dilarikan ke rumah sakit. Hossaini menggambarkan kondisi bayi itu yang masih gemetaran usai mendengar suara senapan yang keras ketika peluru menghabisi nyawa sang ibu yang menggendongnya.

"Dia di rumah sakit saat ini karena dia tidak makan banyak," jelas Hossaini. "Dia terus gemetar, Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya saat bayi mendengar senapan meledak begitu dekat dengan Anda."

Peristiwa yang menimpa Farwa adalah satu dari kasus di mana orang Afghanistan terbunuh di jalan atau diserang di rumah mereka karena pelanggaran hukum yang terkait dengan rezim Taliban. Tak heran jika rezim ini sukses membuat jutaan orang hidup dalam ketakutan.

Meski pembunuhan ini memicu kemarahan di antara saudaranya yang lain, ia berusaha untuk membuat mereka tetap tenang. "Kami tidak tahu siapa yang menembak saudara perempuan saya tetapi mereka sangat marah," tambahnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts