Para penduduk setempat menilai para penjarah mengambil kesempatan di tengah peliknya situasi di Afghanistan, ketika Taliban berhasil mengambil alih wilayah negara itu.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 September 2021 - 10:55 WIB
WowKeren - Kepala Buddha dan barang-barang lainnya telah dijarah dari fasilitas penyimpanan tim arkeologi Prancis yang bertugas melestarikan dan memulihkan situs Bamiyan. Situs ini merupakan Warisan Dunia UNESCO yang terletak di Afghanistan.
Lanskap budaya dan peninggalan arkeologis Lembah Bamiyan telah dimasukkan ke dalam Daftar warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2003. Di tahun yang sama pula situs ini masuk Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.
Para penduduk setempat menilai para penjarah mengambil kesempatan di tengah peliknya situasi di Afghanistan, ketika Taliban berhasil mengambil alih wilayah negara itu pada pertengahan Agustus lalu. Gudang arkeolog Jepang pun juga tak luput dari sasaran penjarahan ini. Pada tahun 2001 lalu, ketika kelompok itu masih berkuasa, mereka meledakkan dan menghancurkan dua Buddha Besar Bamiyan abad ke-6 yang dipahat di tebing.
Sementara itu, gudang korps Prancis menyimpan penggalian berharga dari sekitar Buddha Timur. Melansir Kyodo News, ada seorang pria setempat yang mengaku mendapat panggilan telepon. Pria ini telah bekerja sama dengan ahli asing dan terlibat dalam pemulihan reruntuhan.
Ia diminta untuk membeli barang-barang seperti kepala Buddha, koin, dan kitab suci yang tampaknya telah dicuri. Gambar kepala Buddha yang dikirim ke teleponnya memiliki nomor referensi tim Prancis. Melalui telepon itu, seorang wanita menawarkan untuk menjual total 25 relik seharga 100.000 dolar AS. Jika tawaran itu ditolak, maka benda-benda bersejarah itu akan dibawa ke negara tetangga, Pakistan.
Seorang profesor di Universitas Tsukuba Yoko Taniguchi, mengatakan bahwa tim Jepang telah menyimpan potongan mural berwarna dan alat yang diperlukan untuk restorasi. Taniguchi sendiri telah bekerja untuk restorasi situs arkeologi.
Ia dihubungi oleh seorang anggota tim Prancis awal bulan ini, yang menjelaskan bahwa kunci gudang telah rusak. Tak hanya itu, kotak-kotak berisi potongan mural telah terbalik, termasuk potongan-potongan mural yang dicat minyak yang sangat berharga. Terkait berapa tingkat kerusakan dan berapa besar kerugian yang diakibatkan oleh penjarahan ini, hal itu belum bisa dipastikan.
(wk/zodi)