Bantah Server Internalnya Diretas Oleh Tiongkok, Begini Penjelasan BIN
Pexels/ Markus Spiske
Nasional

BIN membantah kabar yang menyatakan bahwa server internalnya diretas oleh hacker asal Tiongkok. Seperti yang diketahui, belakangan ini, ramai kabar mengenai peretasan 10 situs pemerintah, termasuk BIN.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, tersiar kabar bahwa 10 situs pemerintah, termasuk milik Badan Intelijen Negara (BIN) diretas oleh Tiongkok. Hal ini lantas menjadi sorotan publik, bahkan Komisi I DPR menyebut sistem digital Indonesia lemah.

Disebut turut diretas oleh hacker asal Tiongkok, BIN membantahnya. Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan pengecekan berkala terhadap sistem yang tengah berjalan.

"Hingga saat ini, server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal Tiongkok," terang Wawan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/9).

Meski demikian, Wawan tidak memungkiri adanya serangan siber terhadap BIN. Menurutnya, hal ini wajar terjadi sebagai institusi negara. Saat ini, BIN tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dalam menghadapi ancaman-ancaman seperti peretasan.


Saat ini, kata Wawan, BIN masih mendalami isu peretasan server di 10 situs pemerintah lain. "Bin selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem yang berjalan termasuk server untuk memastikan bahwa server tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya," jelasnya.

Lebih lanjut, Wawan meminta agar masyarakat tidak cepat atau mudah mempercayai informasi yang beredar. Ia pun menyinggung mengenai kabar peretasan pada eHAC Kemenkes yang menurutnya merupakan berita bohong atau hoaks.

"Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang dan tetap melakukan cek, recek, dan crosscheck, atas informasi yang ada di masyarakat," tandas Wawan. "Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoaks kebocoran data eHAC."

Seperti yang diketahui, kabar mengenai peretasan 10 situs pemerintah, termasuk BIN itu disampaikan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group. Pada Jumat (10/9) lalu, The Record melaporkan upaya peretasan yang ditemukan pada April 2021 oleh peniliti Insikt Group pertama kali.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts