Heboh Jepang Ingatkan Potensi Serangan di RI, Begini Kata BNPT
Pixabay
Nasional

Jepang merilis peringatan singkat agar warganya di 6 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mewaspadai potensi terjadinya serangan di fasilitas keagamaan dan keramaian.

WowKeren - Jepang tiba-tiba menjadi sorotan karena mengeluarkan peringatan untuk warganya yang bermukim di enam negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jepang mengimbau warganya untuk menjauhi fasilitas keagamaan dan keramaian karena terdapat peningkatan risiko seperti peledakan bom bunuh diri.

Peringatan ancaman terorisme ini dilaporkan membuat kebingungan beberapa negara yang dituding Jepang. Termasuk dari Indonesia, meski Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang lebih memilih menanggapi peringatan tersebut dengan sikap maklum.

Hal ini seperti disampaikan Kepala BNPT Boy Rafli Amar lewat keterangan tertulisnya pada Rabu (15/9). Boy Rafli pun menegaskan bahwa Indonesia selalu melakukan pencegahan terorisme, penegakan hukum, serta kerja sama internasional sesuai mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

Dan pada kesempatan tersebut, Boy Rafli juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan bersama dalam menanggulangi terorisme. "Perlunya kewaspadaan bersama, karena jaringan terorisme terus berupaya untuk melaksanakan aksinya di ruang publik," kata Boy Rafli.


Menurut Boy Rafli, BNPT sejak awal sudah melakukan upaya mencegah aksi terorisme lewat berbagai mekanisme seperti kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Dan keseluruhannya pun, dijelaskan Boy Rafli, melibatkan masyarakat baik itu akademisi, praktisi, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

"Preventive justice telah dilakukan. Sejak bulan Januari 2021 sampai September 2021 sebanyak 320 orang lebih telah ditindak oleh Densus 88. Secara kuantitas, aksi teror di Indonesia berkurang," tutur Boy Rafli.

Sejak peringatan tersebut dikeluarkan pada Senin (13/9), reaksi bingung memang mendominasi terutama dari negara-negara yang "disentil" Jepang tersebut. Keenam negara Asia Tenggara yang dimaksud Jepang dalam rilisnya adalah Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Indonesia.

Reaksi bingung seperti ditunjukkan Kementerian Luar Negeri Thailand yang menyayangkan minimnya informasi dan asal-usul peringatan tersebut. Bahkan Kedutaan Besar Jepang di Thailand pun tak bisa memberikan penjelasan lebih rinci soal peringatan tersebut selain memastikannya tidak bersifat khusus untuk Thailand.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts