Partner Coki Pardede Bercanda Soal Agama, Tretan Muslim Cerita Ingin Jihad Sampai Mati Syahid
Instagram/tretanmuslim
Selebriti

Tretan Muslim yang menjadi partner Coki Pardede membawakan lawakan sensitif seperti agama rupanya pernah menjadi sosok yang fanatik. Bahkan komika itu sampai ingin pergi jihad dan mati syahid.

WowKeren - Menjadi partner stand up comedy Coki Pardede, Tretan Muslim rupanya pribadi yang dulunya fanatik dan menggebu-gebu dalam membela agama Islam. Seperti diketahui, Majelis Lucu Indonesia yang terdiri dari mereka berdua sering kali mengangkat isu sensitif seperti agama sebagai bahan lawakan.

Saat menjadi tamu Daniel Mananta di podcast "Daniel Tetangga Kamu", pemilik nama asli Aditya Muslim itu menceritakan bahwa dirinya dulu sempat ingin berjihad hingga mati syahid. Hal itu dirasakan Muslim ketika dirinya baru lulus dari universitas dan sedang menganggur, kebetulan ia sedang bersemangat belajar tentang agama.

"Ada kejadian Palestina, itu 2009. Nggak tahu ya kalau motif teroris yang lain. Tapi waktu itu saya kepikirannya, Palestina sedang diserang, Islam sedang dihancurkan. Yang baru tahu sekarang itu konfliknya wilayah, politik dan sebagainya. Islam sedang diserang," kata Muslim dalam video di kanal Daniel Mananta yang tayang pada Selasa (14/9).

Muslim lantas menceritakan tentang bagaimana dulu profil Facebook-nya menyukai banyak hal yang berhubungan dengan terorisme seperti Osama Bin Laden dan sebagainya. Bahkan ia juga menyimpan foto banyak senjata. Ketika ditanya apa motifnya menggunakan profil semacam itu, ia mengaku ingin diajak berjihad.


"Maksudnya aku, 'Ayo ajak aku ke Palestina, aku ingin membantu orang Islam itu.' Begitu, Aku kan tidak menganggap sebuah teroris itu teroris atau apa. Bayanganku adalah, Islam itu diserang dan pengangguran-pengangguran ini tadi, 'Daripada kita nganggur nih, nggak jelas. Mending kita mati syahid,'" jelas Muslim.

Meski sempat ingin pergi jihad dan menjadi salah satu tentara, Muslim mengatakan bahwa dirinya hanya berniat untuk membela Islam. Karena saat itu ia masih menganggur dan belajar agama dengan begitu menggebu-gebu, ia merasa bahwa keadaan itu lah yang membuatnya berpikir demikian.

"Masuk surga, straight to heaven nggak ketemu Coki Pardede. Tapi sesempit itu aja, Bang. Nggak ada motif apa, nggak ada guru. Sebenernya bahaya juga nggak ada guru kan. Tapi mungkin kalau waktu itu ada orang brainwash saya, bisa aja saya ngebom Indonesia. Mungkin, ya," beber Muslim.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts