Dilobi Kemenag Soal Pemberangkatan Jemaah Umrah, Dubes Saudi Telah Laporkan Situasi COVID-19 RI
Nasional

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi lantas kembali bersilaturahmi ke Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Esham Altsaqafi, untuk membicarakan pemberangkatan jemaah umrah Indonesia.

WowKeren - Arab Saudi hingga kini masih belum memberikan kepastian kapan akan membuka pintu kedatangan bagi jemaah umrah dari Indonesia. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi lantas kembali bersilaturahmi ke Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Esham Altsaqafi, untuk membicarakan hal tersebut.

Dengan membaiknya situasi pandemi COVID-19 di Indonesia, Khoirizi berharap agar jemaah umrah Tanah Air bisa segera diberangkatkan. Menurut Khoirizi, jemaah umrah Indonesia juga sudah siap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

"Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci," ujar Khoirizi di Jakarta, Rabu (22/9).

Lebih lanjut, Khoirizi mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara penyumbang jemaah umrah tertinggi. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar Saudi segera bisa membuka pintunya untuk jemaah umrah asal Indonesia.

"Ada lima negara pengirim jemaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya," paparnya. "Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan."


Terkait hal ini, Esham selaku Dubes Saudi menegaskan bahwa negaranya tak pernah melarang umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Mengingat hubungan Saudi dan Indonesia terjalin dengan sangat baik.

Hanya saja, pengaturan tersebut dilakukan semata-mata untuk mengatasi pandemi COVID-19. Esham sendiri mengaku baru saja melaporkan situasi pandemi COVID-19 Indonesia yang sudah mulai melandai kepada otoritas Saudi. Informasi tersebut disampaikan Esham agar bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah Saudi dalam membuka pintu untuk jemaah umrah Tanah Air.

Menurut Esham, peminat ibadah umrah saat ini masih cukup sepi meski telah dibuka sejak Muharam 1443 H untuk beberapa negara. Esham menilai situasi tersebut disebabkan oleh prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat untuk mencegah penularan COVID-19.

Di sisi lain, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 18 ribu calon jemaah umrah Indonesia yang siap diberangkatkan. "Sebanyak 18.752 jamaah sudah siap berangkat umrah. Mereka sudah ada tiketnya," kata Zainut dalam seminar pada Rabu.

Zainut pun berpesan agar para calon jemaah umrah bersabar dan menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini masih belum menerima informasi resmi dari pemerintah Saudi terkait kapan bisa mengirimkan jemaah umrah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts