RI Diprediksi Hadapi Gelombang Tiga COVID-19 Desember 2021, Begini Persiapan DKI
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pakar kesehatan memperkirakan gelombang ketiga wabah COVID-19 akan tiba pada Desember 2021. DKI Jakarta yang awam menjadi pusat penyebaran wabah segera bersiap melakukan ini.

WowKeren - Padatnya penduduk serta tingginya mobilitas tentu membuat DKI Jakarta riskan menjadi pusat penyebaran wabah COVID-19. Dan meski COVID-19 di Indonesia sudah mulai terkendali, sejumlah pihak sudah memprediksi gelombang ketiga mungkin akan tiba pada Desember 2021 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun tidak berpangku tangan dengan prediksi tersebut. Anies mengatakan pihaknya akan memperkuat sistem deteksi dini penyebaran virus Corona.

"Dengan pengalaman gelombang pertama, gelombang kedua maka sistem deteksi dini itu diaktifkan terus sampai dengan sekarang belum diturunkan," terang Anies di Jakarta Pusat, Rabu (22/9). Namun sebenarnya apa yang dimaksud dengan sistem deteksi dini menurut Anies ini?

Rupanya yang dimaksud adalah kegiatan testing yang tinggi setiap harinya. Anies menyebut DKI Jakarta berusaha mempertahankan angka testing sampai delapan kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


"Jadi walaupun positivity rate kita telah di angka 0,7, tetapi kegiatan testing tidak direndahkan, tetapi tinggi," papar Anies, dikutip pada Kamis (23/9). "Untuk apa? Untuk mendeteksi bila terlihat deretan hari-hari di mana pertambahan kasus mulai nampak menunjukkan tren peningkatan, bisa langsung waspada."

Nantinya jika tren peningkatan kasus itu mulai terlihat lagi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki mekanisme mengatasinya. Sehingga situasi seperti saat gelombang kedua kemarin tidak kembali terjadi.

Sedangkan upaya lain adalah dengan meminta masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. "Ikuti vaksinasi. Bagi yang belum, ajak untuk ikut vaksin, itu salah satu caranya," imbuh sang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Prediksi datangnya gelombang ketiga wabah COVID-19 ini akan datang pada Desember 2021. "Dulu saya memprediksi Oktober, tapi berubah lagi, mundur lagi jadi Desember. Desember pun gelombangnya menurun juga, merendah, enggak sebesar seperti prediksi sebelumnya," terang Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

Mundurnya prediksi gelombang ketiga, menurut Dicky, akibat intervensi berupa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Menurutnya intervensi PPKM bisa menurunkan potensi gelombang ketiga COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts