Komisi X DPR Sebut Munculnya Klaster COVID-19 Pada Sekolah Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Tunda PTM
AFP/Juni Kriswanto
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Belakangan, dilaporkan muncul adanya klaster COVID-19 sekolah di beberapa wilayah, saat melangsungkan PTM terbatas. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Ketua Komisi X DPR.

WowKeren - Sejumlah wilayah yang memenuhi kriteria, telah melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Akan tetapi, baru-baru ini, dilaporkan munculnya klaster COVID-19 sekolah, salah satunya terjadi di DKI Jakarta.

Dengan munculnya klaster COVID-19 di sekolah ini, Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda berharap agar dapat menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan ke depannya. Menurutnya, PTM terbatas sangat penting untuk tetap dilanjutkan sebagai upaya mengurangi learning loss yang terjadi selama masa pandemi COVID-19. Ia menegaskan bahwa munculnya klaster hanya menjadi bahan evaluasi, bukan menghentikan PTM terbatas.

"Kita minta peristiwa (klaster) PTM di tiga kabupaten ini, kita berharap pemda melakukan mitigasi dibantu oleh Kemendikbudristek dan dinas pendidikan untuk dilakukan langkah-langkah perbaikan," terang Syaiful dalam rapat Komisi X dengan Kemendikbudristek, Kamis (23/9). "Tapi semangatnya bukan untuk menunda lagi PTM, semangatnya adalah melakukan perbaikan dari yang sudah terjadi klaster."


Lebih lanjut, Syaiful menegaskan bahwa PTM harus terus berjalan, meski kini muncul klaster COVID-19 sekolah, namun persentasenya sangat kecil jika dibandingkan dengan 50 juta anak didik yang sebagian telah melaksanakan PTM terbatas. Selain itu, menurutnya, penularan COVID-19 pada anak-anak banyak terjadi di luar PTM.

"Ketika ada klaster sekolah yang jumlahnya sekitar 1.200 kurang lebih, itu angka persentase yang kecil dibanding dengan ketika ada tingkat penularan hampir 350 ribu anak-anak itu di luar PTM, di luar pelaksanaan," imbuh Syaiful.

Sebagai informasi, ada sejumlah sekolah yang muncul menjadi klaster COVID-19. Adapun sekolah tersebut yakni di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak 25 siswa dan 3 guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, yang terpapar COVID-19.

Mengenai klaster COVID-19 sekolah di Jepara, Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jepara, Moh Ali menerangkan bahwa kasus tersebut terungkap dari program vaksinasi pelajar yang digelar pekan lalu. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mencatat ada 90 siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts