Diusir NATO, Rusia Bantah Diplomatnya Bekerja Sebagai Mata-Mata
pixabay.com/Ilustrasi/Clker-Free-Vector-Images
Dunia

Meskipun organisasi itu baru saja mengambil putusan yang tegas, namun di lain sisi North Atlantic Treaty Organization/NATO juga tidak menutup pintu untuk berdialog dengan Rusia.

WowKeren - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) baru-baru ini telah mengusir sejumlah diplomat Rusia. Sebanyak delapan diplomat Rusia dituduh telah bekerja sebagai mata-mata.

Pengumuman itu disampaikan pada hari Rabu (6/10) melalui sebuah pernyataan yang dibagikan kepada The Washington Post dan The Hill. NATO menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengurangi jumlah delegasi Rusia.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami telah mencabut akreditasi delapan anggota Misi Rusia untuk NATO," kata NATO. "Yang tidak dinyatakan sebagai perwira intelijen Rusia."

NATO juga mengurangi jumlah tim Moskow yang diizinkan bekerja di markas besar NATO di Brussel, yang semula berjumlah 20 orang menjadi 10. Delapan diplomat akan pergi pada akhir bulan dan dua posisi kosong akan dipindahkan.


NATO mengatakan bahwa pihaknya akan bertindak tegas dalam menerapkan kebijakannya. Meskipun organisasi itu baru saja mengambil putusan yang tegas, namun di lain sisi NATO juga tidak menutup pintu untuk berdialog dengan Rusia.

"Kebijakan NATO terhadap Rusia tetap konsisten," kata NATO. "Kami telah memperkuat pencegahan dan pertahanan kami dalam menanggapi tindakan agresif Rusia, sementara pada saat yang sama kami tetap terbuka untuk dialog yang berarti."

Kendati demikian, NATO tidak mengungkapkan secara detail bagaimana mereka bisa menyimpulkan jika anggota Rusia telah bekerja sebagai agen intelijen maupun apa peran mereka. "Keputusan ini didasarkan pada intelijen dan kami tidak akan mengomentari intelijen," kata NATO.

Sementara itu, Rusia tidak bisa begitu saja menerima keputusan ini. Rusia membantah tuduhan NATO dengan Leonid Slutsky, ketua komite urusan internasional di majelis rendah parlemen Rusia, mengatakan bahwa kementerian luar negeri negara itu akan membalas tindakan tersebut. Kepada media setempat, ia menegaskan bahwa langkah NATO justru akan menurunkan kerja sama dengan Rusia.

"Negara-negara Barat telah melanjutkan kebijakan terhadap kebuntuan diplomatik dengan Rusia," kata Slutsky. "Pencabutan akreditasi delapan staf Misi Permanen Federasi Rusia ke NATO akan semakin menurunkan tingkat kerja sama."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait