Vladimir Osechkin pengelola Gulagu.net mengatakan video yang ada membuktikan kejahatan dan kekerasan dilakukan secara teratur terhadap tahanan, yang disembunyikan dengan hati-hati.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 07 Oktober 2021 - 15:57 WIB
WowKeren - Pada Rabu (6/10) penegak hukum Rusia memulai penyelidikan sebagai tindak lanjut laporan yang menyebutkan bahwa telah terjadi pelecehan di dalam penjara. Laporan itu mengatakan jika praktik pelecehan telah meluas di sistem penjara negara itu.
Badan investigasi utama negara itu, Komite Investigasi, membuka tujuh penyelidikan kriminal setelah kelompok aktivis penjara memposting lebih dari 1.000 video yang menggambarkan pelecehan, penghinaan dan pemukulan di fasilitas penjara Rusia. Komite investigasi mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan terkait kejahatan seksual serta penyalahgunaan kekuasaan di sistem penjara yang ada di kota Saratov.
Mereka juga akan menyelidiki kejahatan terhadap empat narapidana di sistem penjara kota selama Januari 2020 hingga Mei 2021. Pada hari yang sama, layanan penjara Rusia mengatakan bahwa pihaknya telah memecat empat orang petugas. Salah satunya termasuk kepala rumah sakit penjara di Saratov.
Jika aktivitas yang digambarkan dalam rekaman itu telah dikonfirmasi benar adanya, maka akan mengarah pada penyelidikan yang sangat serius. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Perwakilan Kremlin Dmitry Peskov sebagaimana dilaporkan The Moscow Times.
Dalam salah satu video yang diterbitkan oleh Gulago.net, terlihat seorang pria diikat ke tempat tidur. Pria itu kemudian disiksa dengan tongkat merah panjang. Sementara itu dalam rekaman video yang lain, terlihat petugas mengencingi wajah seorang pria saat dia diikat di tanah.
Vladimir Osechkin, yang mengelola Gulagu.net, mengatakan video itu "membuktikan bahwa kejahatan berat dan kekerasan dilakukan secara teratur terhadap tahanan, yang disembunyikan dengan hati-hati." Ia menegaskan bahwa kelompok itu akan terus memposting video semacam itu untuk menguak kasus ini.
"Kami berencana untuk merilis kumpulan video selangkah demi selangkah dalam beberapa minggu mendatang," ujarnya. "Karena sumbernya berada di luar jangkauan otoritas Rusia."
Direktur asosiasi di divisi Eropa dan Asia Tengah Human Rights Watch Tanya Lokshina mengatakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan verifikasi terhadap video tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa video itu mengingatkan pada kasus penyiksaan yang pernah didokumentasikan sebelumnya. Ia mengakui bahwa penyiksaan di penjara Rusia sudah sangat akut. "Ini epidemi," ujarnya.
(wk/zodi)