Kakek Berusia 100 Tahun Mantan Penjaga Kamp Nazi Diseret ke Pengadilan Jerman
AP Photo/Markus Schreiber
Dunia

Pria yang hanya diidentifikasi sebagai Josef S. tersebut diduga telah bekerja di Sachsenhausen antara tahun 1942 dan 1945 sebagai anggota tamtama sayap paramiliter Partai Nazi.

WowKeren - Seorang kakek berusia 100 tahun yang pernah bertugas sebagai penjaga SS Nazi di kamp konsentrasi Sachsenhausen selama Perang Dunia II diseret ke pengadilan Jerman pada Kamis (7/10). Ia diadili dengan tuduhan menjadi bagian dari pembunuhan yang dilakukan Nazi.

Pria tersebut didakwa dengan 3.518 tuduhan aksesori pembunuhan. Persidangannya digelar di pengadilan negara bagian Neuruppin, yang memindahkan proses ke aula olahraga penjara di Brandenburg karena alasan organisasi.

Pria yang hanya diidentifikasi sebagai Josef S. tersebut diduga telah bekerja di Sachsenhausen antara tahun 1942 dan 1945 sebagai anggota tamtama sayap paramiliter Partai Nazi. Stefan Waterkamp selaku pengacara Josef mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya tidak ingin mengomentari tuduhan tersebut.

Sementara itu, pihak otoritas menilai terdakwa cukup fit untuk diadili meskipun usianya telah mencapai satu abad. "Terdakwa secara sadar dan sukarela membantu dan mendukung (aksi pembunuhan) ini setidaknya dengan melakukan tugas jaga dengan hati-hati, yang terintegrasi dengan mulus ke dalam sistem pembunuhan," tutur jaksa Cyrill Klement di pengadilan.


Sebagai informasi, ada lebih dari 200.000 orang ditahan di Sachsenhausen antara tahun 1936 dan 1945. Puluhan ribu tahanan meninggal karena kelaparan, penyakit, kelelahan akibat kerja paksa dan penyebab lainnya. Termasuk karena eksperimen medis, dan operasi pemusnahan SS yang sistematis dengan cara penembakan, gantung, dan gas.

Leon Schwarzbaum, salah seorang penyintas Sachsenhausen turut menghadiri persidangan ini sebagai pengunjung. Schwarzbaum yang kini berusia 100 tahun disebut-sebut juga selamat dari kamp kematian Auschwitz dan kamp konsentrasi Buchenwald.

"Ini adalah persidangan terakhir untuk teman, kenalan, dan orang yang saya cintai, yang dibunuh, di mana orang yang bersalah terakhir masih bisa dihukum – semoga," ujarnya kepada kantor berita Jerman, dpa.

Di sisi lain, Wakil presiden eksekutif Komite Auschwitz, Christopher Heubner, mengaku kecewa karena terdakwa tidak mau mengomentari tuduhan tersebut. Menurutnya, kakek berusia 100 tahun tersebut sebenarnya masih memiliki energi untuk meminta maaf kepada para korban kamp Nazi.

"Secara mengejutkan, saya lihat dia kuat dan hadir (di pengadilan). Dia akan memiliki kekuatan untuk meminta maaf dan dia juga akan memiliki kekuatan untuk mengingatnya," katanya. "Jelas, bagaimanapun, dia tidak ingin mengumpulkan kekuatan untuk mengingat. Dan untuk orang-orang yang selamat dari kamp-kamp dan untuk kerabat dari orang-orang yang terbunuh yang datang ke sini untuk mendengar kebenaran yang diucapkan, ini berarti penolakan lagi, penghinaan dan konfrontasi dengan keheningan SS yang terus berlanjut."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait