Fitur PeduliLindungi Kini Bisa Diakses di 15 Aplikasi, Bagaimana Keamanan Datanya? Ini Kata Kemenkes
covid19.go.id
Nasional
PPKM Darurat

Demi memperluas cakupan aksesnya, fitur PeduliLindungi kini sudah terintegrasi dengan 15 aplikasi. Lalu bagaimana keamanan data pengguna PeduliLindungi dengan integrasi ini?

WowKeren - Pemerintah meluncurkan program integrasi fitur PeduliLindungi ke 15 aplikasi demi memudahkan akses masyarakat. Termasuk di antaranya aplikasi e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, hingga aplikasi seperti LinkAja, Cinema XXI, dan DANA.

Dengan integrasi ini, bagaimana keamanan data para pengguna PeduliLindungi? Chief of Digital Transformation Officce Kementerian Kesehatan, Setiaji, memastikan bahwa data pribadi warga di PeduliLindungi tetap tersimpan dengan aman.

"Para mitra tidak menyimpan data apapun dari PeduliLindungi," tegas Setiaji kepada Tempo, Jumat (8/10). Setiaji lantas menerangkan mekanisme integrasi data ini, yakni dengan mengirimkan token terenkripsi yang telah didesain agar tidak dapat digunakan oleh kedua aplikasi, yakni PeduliLindungi dan aplikasi mitra, untuk mengidentifikasi pengguna secara individu.

Data ini kemudian disimpan di server mitra. Server mitra pun sudah diatur agar tidak menyimpan data lokasi saat check-in dan check-out pengguna ataupun meneruskannya ke sistem lainnya.


"Yang diberikan info tentang status boleh masuk atau tidak boleh masuk (warna)," ujar Setiaji menerangkan. Karena itulah, Setiaji memastikan data pengguna PeduliLindungi tetap terenkripsi dengan aman meski kini akses fiturnya telah diperluas ke berbagai platform aplikasi.

Selain aplikasi swasta, PeduliLindungi ini juga bisa diakses di aplikasi pemerintah seperti Jaki. Selain itu, pemerintah juga mewacanakan supaya PeduliLindungi bisa dipakai untuk menjadi alat pembayaran digital.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi di era pembatasan aktivitas akibat COVID-19 memang begitu krusial. Pasalnya aplikasi ini menjadi pelacak COVID-19 utama di Indonesia yang dijadikan syarat untuk masyarakat mengakses berbagai fasilitas publik seperti transportasi umum, pusat perbelanjaan, restoran, dan lain-lain.

Karena itulah pemerintah memperluas akses penggunaannya dengan menggandeng 15 aplikasi. Namun Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta mendesak pemerintah untuk memastikan dan menjamin aspek keamanan datanya.

"Jangan bicara tambah fungsi menjadi superapp (super aplikasi) kalau keamanan data pengguna belum memadai," kata Sukamta, Minggu (3/10). Apalagi karena Indonesia telah beberapa kali berhadapan dengan kasus kebocoran data.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts