Jurnalis Asal Filipina dan Rusia Raih Nobel Perdamaian 2021
pixabay.com/Ilustrasi/Shutterbug75
Dunia

Kebebasan pers memainkan peranan yang sangat penting. Tak hanya sekadar mendukung penyebaran informasi ke masyarakat namun juga turut mendorong promosi persaudaraan antar bangsa.

WowKeren - Jurnalis Maria Ressa dari Filipina dan Dmitry Muratov dari Rusia telah menerima Nobel Perdamaian 2021 pada hari Jumat (8/10). Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Komite Nobel Norwegia Berit Reiss-Andersen.

Melalui pernyataannya, Reiss-Andersen mengatakan bahwa melalui profesi itu, mereka telah berupaya untuk melayani publik melawan penyalahgunaan kekuasaan maupun propaganda perang. "Jurnalisme bebas, independen, dan berbasis fakta berfungsi untuk melindungi dari penyalahgunaan kekuasaan, kebohongan, dan propaganda perang," kata Reiss-Andersen.

Kebebasan pers memainkan peranan yang sangat penting. Tak hanya sekadar mendukung penyebaran informasi ke masyarakat namun juga turut mendorong promosi persaudaraan antar bangsa. Kebebasan pers juga disebutnya mampu mendorong dunia untuk menuju ke tatanan yang lebih baik.

"Tanpa kebebasan berekspresi dan kebebasan pers," lanjutnya. "Akan sulit untuk berhasil mempromosikan persaudaraan antar bangsa, pelucutan senjata dan tatanan dunia yang lebih baik untuk berhasil di zaman kita."


Komite Nobel mengatakan bahwa Ressa sendiri pada tahun 2012 ikut mendirikan Rappler. Ini merupakan sebuah situs berita yang memusatkan perhatian kritis pada kampanye anti-narkoba yang kontroversial dan mematikan yang dilakukan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ressa dan Rappler "juga telah mendokumentasikan bagaimana media sosial telah dimanfaatkan untuk menyebarkan berita palsu, menjatuhkan lawan, dan memanipulasi wacana publik."

Sementara itu Muratov, juga telah menjadi salah satu pendiri surat kabar independen Rusia Novaya Gazeta pada tahun 1993. Surat kabar itu dikenal kritis terhadap pemerintah yang berkuasa. "Novaya Gazeta adalah surat kabar paling independen di Rusia saat ini, dengan sikap kritis terhadap kekuasaan," kata komite Nobel.

Komite Nobel melanjutkan bahwa surat kabar itu telah menunjukkan jurnalisme yang berbasis fakta dan integritas. Tak ayal surat kabar ini berkembang menjadi sumber informasi penting di Rusia.

"Jurnalisme berbasis fakta dan integritas profesional surat kabar telah menjadikannya sumber informasi penting." kata Komite. "Tentang aspek-aspek yang dapat dicela dari masyarakat Rusia yang jarang disebutkan oleh media lain."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait