Perdana Menteri baru Jepang Fumio Kishida telah menyampaikan pidato kebijakan pertamanya pada Jumat (8/10). Ia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memimpin negara keluar dari krisis COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 08 Oktober 2021 - 19:45 WIB
WowKeren - Perdana Menteri baru Jepang Fumio Kishida menyampaikan pidato kebijakan pertamanya pada Jumat (8/10). Dalam kesempatan tersebut, pengganti Yoshihide Suga ini berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memimpin negara keluar dari krisis COVID-19.
Situasi pandemi COVID-19 di Negeri Sakura belakangan sudah mulai membaik, dengan turunnya kasus harian hingga pencabutan status darurat. Selain terkait pandemi, Kishida juga berjanji akan melindungi wilayah dan orang-orangnya di lingkungan keamanan yang semakin ketat.
"Saya bertekad untuk mengabdikan jiwa dan raga untuk mengatasi krisis nasional ini bersama rakyat, mengukir era baru dan meneruskan kepada generasi berikutnya sebuah negara yang warganya kaya hati," tutur Kishida.
Mantan Menteri Luar Negeri tersebut mengatakan pemerintah akan segera menyusun paket stimulus untuk mendukung mereka yang terkena dampak pandemi dan mengambil langkah legislatif untuk mengamankan sumber daya medis. Kishida tidak merinci seberapa besar paket stimulus yang akan diberikan, namun bulan lalu dia menyarankan sejumlah 30 triliun yen.
Kishida menggarisbawahi perlunya dukungan untuk mereka yang membutuhkan demi mencapai kerja sama publik. Pria berusia 64 tahun tersebut juga menyerukan pembayaran tunai kepada perusahaan yang terkena dampak pandemi.
Lebih lanjut, Kishida menegaskan kembali tekadnya untuk mengatasi deflasi. Ia mengaku akan melakukan pelonggaran moneter yang berani, pengeluaran fiskal yang cepat, dan menyiapkan strategi untuk pertumbuhan.
"Kami akan melakukan pembelanjaan fiskal tanpa ragu-ragu untuk menanggapi krisis dan memastikan semua langkah yang mungkin diambil," tuturnya.
Sedangkan untuk keamanan nasional dan urusan luar negeri, Kishida mengatakan dia akan melindungi perdamaian dan stabilitas Jepang. "Dengan lingkungan keamanan di sekitar negara yang semakin ketat, saya akan dengan tegas melindungi wilayah kami, perairan teritorial, wilayah udara, dan kehidupan serta properti rakyat kami," pungkasnya.
Sebagai informasi, Jepang kini menghadapi pembangunan militer China yang cepat dan ekspansi maritim yang agresif. Belum lagi adanya ancaman dari program nuklir dan rudal Korea Utara. Kishida mengatakan dia berencana untuk memperbarui strategi keamanan nasional Jepang dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penjaga pantai dan pertahanan rudal.
(wk/Bert)