Giselle mengatakan bahwa leher mereka akhirnya sakit karena koreografi 'Black Mamba'. Koreografi aespa banyak menggunakan leher mereka, seperti salah satu bagian di chorus terakhir.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Sabtu, 09 Oktober 2021 - 08:58 WIB
WowKeren - aespa telah membuat sejak debut mereka dengan single debut "Black Mamba," dan koreografi untuk lagu itu adalah salah satu dari banyak alasan mengapa. Tapi siapa sangka kalau koreografi "Black Mamba" begitu menyulitkan hingga keempat member sampai harus datang ke rumah sakit karenanya.
Baru-baru ini, aespa comeback dengan mini album pertama bertajuk "Savage" yang dirilis 5 Oktober lalu. Girl grup beranggotakan 4 orang tersebut kini disibukkan dengan kegiatan promosi, salah satunya dengan tampil di acara "MMTG".
Saat MC Jaejae bertanya kepada para member tentang "Black Mamba," mereka mengungkapkan betapa melelahkannya koreografi lagu tersebut secara fisik. Drop move legendaris di chorus memang tidak mudah, tapi Karina menjelaskan bahwa alih-alih saat jatuh, bangkit kembali itu lebih melelahkan.
Giselle kemudian mengatakan bahwa leher mereka akhirnya sakit karena koreografi "Black Mamba". Koreografi aespa banyak menggunakan leher mereka, seperti salah satu bagian di chorus terakhir di mana semua member memutar kepala mereka.
Diungkap Ningning, hal tersebut sampai pada titik di mana keempat member akhirnya pergi ke rumah sakit bersama. "Saat kita mempersiapkan 'Black Mamba', bukankah kita semua pergi ke rumah sakit?" ujarnya. "Ya, untuk akupunktur!" seru Karina.
Grup tersebut tertawa terbahak-bahak ketika mengingat cerita itu. Giselle mengatakan bahwa mereka semua berada di satu ruangan bersama dan meskipun ada sekat, mereka bisa mendengar reaksi semua member terhadap terapi fisik.
"Ada kami berempat di ruangan yang sama dengan hanya tirai di antara kami. Ini agak menakutkan, kamu tahu? Semua orang hanya membuat suara dari mana pun mereka berada," kata Giselle.
Untungnya, akupunktur yang mereka jalani berhasil untuk para member aespa. Menurut Karina, kondisi mereka "langsung" membaik setelah mendapatkan pengobatan.
(wk/dewi)