Sebelumnya, Tiongkok diketahui sempat mengirimkan sebuah pesawat ke wilayah udara Taiwan. Seperti yang diketahui, hubungan dari kedua negara itu hingga saat ini masih belum membaik.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 09 Oktober 2021 - 16:56 WIB
WowKeren - Ketegangan yang terjadi antara Tiongkok dengan Taiwan hingga kini masih terus berlangsung. Adapun ketegangan ini salah satunya dipicu oleh perebutan wilayah kedaulatan di antara keduanya.
Pada Sabtu (9/10), Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji akan mewujudkan "penyatuan kembali" damai dengan Taiwan. Meski tidak secara langsung menyebutkan pengunaan kekuatan setelah satu pekan ketegangan dengan pulau yang diklaim Tiongkok dan memicu kekhawatiran internasional.
Seperti yang diketahui, Taiwan yang dipimpin secara demokratis, selama ini telah mendapat banyak tekanan militer dan politik yang meningkat dari Beijing untuk menerima kedaulatannya. Akan tetapi, Taipei telah berjanji untuk mempertahankan kebebasannya dan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.
Sementara itu, Jinping mengatakan kepada masyarakat Tiongkok bahwa memiliki "tradisi mulia" dalam menentang separatisme. Hal ini disampaikannya saat berbicara memperingati 110 tahun Revolusi Xinhai tahun 1911 di Balai Besar Rakyat Beijing.
"Separatisme kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar untuk mencapai penyatuan kembali Tanah Air, dan bahaya tersembunyi paling serius bagi peremajaan nasional," terang Jinping. "Reunifikasi yang damai paling sesuai dengan kepentingan keseluruhan rakyat Taiwan, tetapi Tiongkok akan melindungi kedaulatan dan persatuannya."
Pernyataan Jinping kali ini disebut "lebih lembut" dibandingkan dengan sebelumnya yang menyebut akan "menghancurkan" segala upaya kemerdekaan formal Taiwan pada Juli lalu. Pada 2019, secara langsung, Jinping mengancam akan menggunakan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendali Beijing.
Melansir Al Jazeera, Kantor Kepresidenan Taiwan pun menanggapi pernyataan Jinping bahwa masa depan pulau itu ada di tangan rakyatnya dan bahwa opini publik arus utama sangat jelas dalam menolak model "satu negara, dua sistem" Tiongkok. Dewan Urusan Daratan Taiwan pun meminta agar Tiongkok bisa meninggalkan "langkah-langkah provokatif intrusi, pelecehan, dan penghancuran."
Sebagai informasi, Angkatan Udara Tiongkok sempat melakukan penyerangan selama 4 hari berturut-turut ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan mulai 1 Oktober yang melibatkan hampir 150 pesawat. Akan tetapi, Jinping sama sekali tidak menyinggung hal ini.
(wk/tiar)