Intelijen Irak Klaim Tangkap 'Menteri Keuangan' ISIS Sami Jasim
AFP/Iraqi Joint Operations Co
Dunia

Badan Intelijen Nasional Irak (INIS) dilaporkan berhasil menangkap pejabat pengelola keuangan ISIS, Sami Jasim, dalam operasi luar negeri. Operasi ini pun dianggap sebagai prestasi besar oleh Baghdad.

WowKeren - Upaya pemberantasan terorisme dari kelompok-kelompok ekstremis, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terus digelar. Kali ini Badan Intelijen Nasional Irak (INIS) diklaim telah berhasil menangkap salah satu petinggi ISIS atas nama Sami Jasim, menurut laporan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi.

Lewat Twitter-nya, Al-Kadhimi menjelaskan bahwa INIS telah bekerja diam-diam untuk meringkus Sami Jasim yang berperan sebagai pejabat keuangan di ISIS. Sami Jasim juga ditetapkan sebagai deputi pimpinan ISIS di era Abu Bakr Al-Baghdadi.

"Sementara (Pasukan Keamanan Irak / ISF) berjuang untuk mengamankan proses Pemilihan Umum," tulis Al-Kadhimi pada Senin (11/10) waktu setempat. "Mereka (INIS) melakukan operasi eksternal dan kompleks untuk menangkap Sami Jasim yang berperan sebagai bendahara ISIS dan deputi Abu Bakr Al-Baghdadi."

Hanya saja, Al-Kadhimi tak menjelaskan detail bagaimana operasi penangkapan Sami Jasim itu dilakukan. Ia hanya menerangkan bahwa Al-Kadhimi ditangkap di luar Irak, sebuah pernyataan yang didukung dengan laporan dari pejabat INIS yang dirahasiakan namanya kepada The Associated Press. Disebutkan bahwa Sami Jasim sudah dibawa ke Irak beberapa hari lalu.


Meski demikian, penangkapan ini digambarkan sebagai prestasi besar oleh pemerintah Irak. "Pemerintah menganggap ini sebagai prestasi yang luar biasa karena dia (Sami Jasim) berperan banyak dalam berbagai operasi di Irak dan Suriah," tutur jurnalis Al Jazeera, Mahmoud Abdelwahed, melaporkan dari Ibu Kota Irak, Baghdad.

Kebanggaan ini memang tak bisa ditutupi, sebagaimana disampaikan oleh Militer Irak dalam pernyataan resmi mereka. "Kriminal ini (Sami Jasim) adalah salah satu yang paling dicari di internasional," ujarnya, sekaligus menambahkan bahwa Sami Jasim dekat dengan pimpinan ISIS saat ini, Abdullah Qardash.

Mengutip CNN, Sami Jasim Muhammad al-Jaburi, atau dikenal juga sebagai Abu Asya, bertemu dengan al-Baghdadi di Mosul, Irak pada 2012 lalu. Dua tahun setelahnya, keduanya bersama grup mereka berhasil menjalankan serangan pertama.

Pakar Keamanan Irak menyebut Sami Jasim berperan sebagai pengelola keuangan ISIS sejak 2015. Lalu pada Oktober 2017 lalu al-Baghdadi dibunuh dalam operasi militer AS di barat daya Suriah, menjadikan sosok Sami Jasim sebagai salah satu petinggi ISIS yang paling dicari setelahnya.

Bahkan demi menangkap Sami Jasim, AS pernah menawarkan hadiah hingga USD5 juta. "Dia bertanggung jawab dalam mengatur keuangan untuk operasi terorisme ISIS," tegas AS.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait