Siap Hidup Bersama COVID-19, Korsel Longgarkan Pembatasan Sosial
AFP
Nasional
Pandemi Virus Corona

Korea Selatan sendiri kini tengah bersiap untuk beralih ke strategi 'hidup dengan COVID-19' di tengah meningkatnya tingkat vaksinasi COVID-19. 80 persen populasi dewasa Korsel diharapka telah divaksinasi akhir bulan ini.

WowKeren - Korea Selatan mengumumkan pada Jumat (15/10) bahwa pembatasan pertemuan sosial (social gathering) akan dilonggarkan mulai minggu depan. Korsel sendiri kini tengah bersiap untuk beralih ke strategi "hidup dengan COVID-19" di tengah meningkatnya tingkat vaksinasi.

Panel baru yang dibentuk minggu ini sedang menyusun rencana untuk kembali hidup normal secara bertahap. Hingga akhirnya mencabut pembatasan dan membuka kembali ekonomi pada bulan November dengan harapan bahwa 80 persen dari populasi orang dewasa telah divaksinasi sepenuhnya.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengungkapkan bahwa mulai Senin (18/10), pemerintah Korsel akan mengizinkan pertemuan maksimal empat orang bagi mereka yang belum divaksinasi. Pembatasan jam operasional di tempat-tempat seperti restoran, kafe, dan bioskop juga akan dikurangi.

Di wilayah Seoul, pertemuan dengan anggota hingga delapan orang akan diizinkan jika satu kelompok memiliki empat orang yang telah divaksinasi lengkap. Di wilayah lain, maksimal 10 orang diizinkan untuk berkumpul.


Sebagai informasi, Korsel tak pernah menerapkan lockdonwn secara penuh. Namu negara tersebut telah menerapkan pembatasan jarak sosial seketat mungkin, termasuk pembatasan pertemuan lebih dari dua orang setelah pukul 6 sore sejak bulan Juli saat gelombang infeksi keempat dimulai.

Pelonggaran pembatasan ini akan memungkinkan acara olahraga luar ruangan berlangsung di depan orang banyak apabila 30 persen penonton telah divaksinasi penuh.

"Selama satu tahun delapan bulan terakhir, semua orang telah melakukan yang terbaik untuk menemukan cahaya di ujung terowongan panjang - pandemi - dan secercah cahaya semakin dekat," ujar PM Kim. "Sisa Oktober dengan dua minggu tersisa akan menjadi ujian terakhir untuk melangkah menuju rutinitas yang dipulihkan."

Di sisi lain, Korsel telah menargetkan vaksinasi COVID-19 untuk 80 persen populasi orang dewasanya pada akhir bulan ini. Untuk mempercepat upaya inokulasi, Korsel mulai menerima reservasi vaksinasi COVID-19 bagi wanita hamil mulai 8 Oktober 2021 lalu.

Namun menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), penyuntikkan ibu hamil baru akan dimulai pada 18 Oktober menggunakan vaksin Pfizer atau Moderna. Otoritas kesehatan Korsel mengatakan bahwa ibu hamil memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit serius dan kematian jika terinfeksi COVID-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi hal yang krusial.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts