Karyawan Apple Malah Dipecat Usai Mobilisasi Rekan Kerja Lawan Pelecehan dan Diskriminasi
AFP
Dunia

Seorang manajer program di Apple Janneke Parrish mengatakan alih-alih mendengarkan keluhan karyawan, Apple rupanya memiliki cara lain untuk mengatasi masalah tersebut.

WowKeren - Seorang karyawan perusahaan teknologi Apple mengatakan pada hari Kamis (14/10) dirinya telah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Adalah Janneke Parrish, seorang manajer program di Apple yang diberhentikan dengan alasan telah menghapus materi pada peralatan perusahaan saat dia sedang diselidiki atas bocornya informasi perusahaan ke media.

Namun kepada Reuters, Parrish membantah bahwa dirinya tidak membocorkan apa pun. Parrish menuturkan bahwa dia menghapus aplikasi yang berisi rincian keuangannya dan informasi pribadi lainnya sebelum menyerahkan perangkatnya ke Apple sebagai bagian dari penyelidikan.

Menurut Parrish, perusahaan memecatnya karena alasan lain. Ia merupakan seorang karyawan yang cukup vokal, yang menurut pengakuannya ia aktif berbicara mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Apple termasuk mengenai kesetaraan gaji. Ia sangat yakin bahwa fakta itulah yang membuat perusahaan akhirnya berhenti mempekerjakannya.

"Bagi saya, ini jelas merupakan pembalasan atas fakta," tegas Parrish. "Bahwa saya berbicara tentang pelanggaran yang terjadi di perusahaan saya, kesetaraan gaji dan, secara umum, tentang kondisi tempat kerja kami."


Sedangkan Apple, pada hari Jumat (15/10) mengatakan bahwa mereka tidak membahas masalah karyawan tertentu. Masih melansir Reuters, Apple belum lama ini telah menjadi contoh lain dari keresahan karyawan.

Bulan September, dua orang karyawannya mengajukan tuntutan terhadap perusahaan dengan Dewan Hubungan Perburuhan Nasional. Dalam salah satu tuduhan yang diajukan, para pekerja menyebut Apple melakukan pembalasan dan menghentikan diskusi tentang gaji di antara karyawan.

Kembali ke Parrish, selama musim panas, karyawan Apple yang saat ini masih bekerja maupun yang sudah tidak bekerja di perusahaan mulai merinci di media sosial apa yang mereka katakan sebagai pengalaman pelecehan dan diskriminasi. Parrish dan beberapa rekannya mulai menerbitkan cerita di media sosial dan platform penerbitan setiap minggunya.

Parrish mengatakan dia sudah berhati-hati dan menghormati peraturan perusahaan untuk tidak membagikan informasi yang masuk kategori rahasia. Namun alih-alih mendengarkan, Parrish menyebut bahwa Apple rupanya memiliki cara lain untuk mengatasi masalah tersebut.

"Jika ada, itu membuat pentingnya pekerjaan itu lebih jelas dari sebelumnya, ketika tanggapan Apple terhadap kritik adalah memulai penyelidikan internal terhadap mereka yang ingin dihilangkan," katanya. "Lebih mudah bagi mereka untuk menghentikan orang daripada bagi mereka untuk benar-benar mendengarkan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts