WHO-UNICEF Sambut Baik Keputusan Taliban Izinkan Kelanjutan Vaksinasi Polio di Afghanistan
Flickr-EU/ECHO/Pierre Prakash
Dunia

Polio adalah penyakit yang menular melalui limbah dan dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak-anak. Afghanistan dan Pakistan adalah negara terakhir di dunia dengan polio endemik.

WowKeren - WHO dan UNICEF menyatakan bahwa Taliban telah menyetujui kelanjutan program vaksinasi polio di Afghanistan. Para petugas kesehatan di Afghanistan akan mulai memberikan vaksinasi polio dari rumah ke rumah bulan depan.

"WHO dan UNICEF menyambut baik keputusan pemimpin Taliban yang mendukung dimulainya kembali vaksinasi polio dari rumah ke rumah di Afghanistan," demikian kutipan pernyataan WHO dan UNICEF, Senin (18/10).

Sebagai informasi, polio adalah penyakit yang menular melalui limbah dan tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak-anak. Afghanistan dan Pakistan adalah negara terakhir di dunia dengan polio endemik.

Polio sendiri telah hampir diberantas secara global melalui upaya vaksinasi selama beberapa dekade terakhir. Namun Namun ketidakamanan, medan yang tidak dapat diakses, pemindahan massal dan kecurigaan adanya campur tangan pihak luar telah menghambat vaksinasi massal di Afghanistan dan beberapa wilayah di Pakistan.

WHO dan UNICEF mencatat bahwa hanya satu kasus virus polio liar yang dilaporkan di Afghanistan sejak awal tahun. Hal ini dinilai memberikan "kesempatan luar biasa untuk memberantas polio".


"Memulai kembali vaksinasi polio sekarang sangat penting untuk mencegah kebangkitan polio yang signifikan di dalam negeri dan mengurangi risiko penularan lintas batas dan internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Kampanye yang akan dimulai pada 8 November 2021 mendatang akan menjadi program vaksinasi polio pertama di Afghanistan dalam lebih dari tiga tahun. Program ini ditujukan bagi semua anak di Afghanistan, termasuk lebih dari 3 juta anak di daerah terpencil yang sebelumnya tak bisa diakses.

"Keputusan ini akan memungkinkan kami untuk membuat langkah besar dalam upaya pemberantasan polio," jelas perwakilan UNICEF di Afghanistan, Hervé Ludovic De Lys. "Untuk menghilangkan polio sepenuhnya, setiap anak di setiap rumah tangga di Afghanistan harus divaksinasi, dan dengan mitra kami, inilah yang akan kami lakukan."

Menurut data yang dikumpulkan sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021 lalu, hanya ada satu kasus virus polio liar tipe 1 (WPV1) yang dilaporkan di negara itu tahun ini. Angka tersebut menurun drastis dibandingkan 56 kasus pada tahun 2020.

Meski demikian, penyakit polio tetap menjadi ancaman bagi kesehatan manusia di semua negara hingga dihilangkan seluruhnya. Terutama bagi negara yang memiliki sistem kesehatan yang rentan, karena risiko mengimpor penyakit tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts