Sebagai informasi, salah satu faktor pertimbangan naik turunnya level PPKM di suatu daerah, dilihat dari capaian vaksinasi COVID-19. Pemprov Kepri pun berupaya untuk terus mendorong vaksinasi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:29 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level baik di Jawa-Bali, maupun di luar daerah tersebut. Setiap dua pekan sekali, pemerintah melakukan evaluasi penerapan PPKM Level, dan menentukan diperpanjang atau tidak.
Adapun salah satu faktor yang menjadi pertimbangan kenaikan dan penurunan level PPKM diketahui adalah tingkat vaksinasi COVID-19 daerah tersebut. Saat ini, tingkat vaksinasi COVID-19 pada kelompok lanjut usia (lansia) di Kepulauan Riau (Kepri) disebut melambat, sehingga berpotensi naik level PPKM.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Kepri mendorong seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan progres vaksinasi COVID-19 pada lansia. Mohammad Bisri selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, mengungkapkan bahwa saat ini progres vaksinasi terhadp lansia melambat.
Kemudian, Bisri menambahkan juga adanya kendala mengenai entri data antara pemerintah pusat dan daerah untuk progres vaksinasi kelompok lansia yang berbeda. "Saat ini, catatan kita progres sekitar 60 persen, sementara data yang masuk ke pusat hanya 52 persen," ujar Bisri dalam keterangan, Senin (25/10).
Lebih lanjut, Bisri mengatakan bahwa kendala tersebut kemungkinan diakibatkan adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga penerima vaksin yang salah dan lainnya. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya agar data pusat dan bisa disamakan karena jka tidak akan berpotensi naiknya level PPKM di Kepri.
Bisri pun menekankan bahwa pihaknya akan berupaya keras untuk mengejar tingkat vaksinasi COVID-19, khususnya pada kelompok lansia, agar tidak menurun. "Ini yang harus kita kejar, kalau tidak, level kita bisa naik, jangan sampai kita naik level lagi," imbuhnya.
Selain itu, Bisri juga mengungkapkan adanya kendala lain seperti lambannya progres vaksinasi lansia yang sudah agak sulit. Kemudian, saat lansia sudah mau untuk divaksin, ternyata ada persoalan medis, sehingga membuatnya tidak bisa divaksinasi.
Meski demikian, dengan adanya Instruksi Gubernur yang meminta untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 dari rumah ke rumah, diharapkan capaian vaksinasi kelompok lansia bisa lebih tinggi. Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri per 23 Oktober 2021 secara umum, capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 84,4 persen, dan dosis kedua 63,67 persen.
(wk/tiar)