Mahasiswa Tewas Saat Ikut Diklat Menwa UNS Diautopsi, Polisi: Ada Tanda-Tanda Kekerasan
Nasional

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M Iqbal Alqudusy, mengungkapkan bahwa mahasiswa yang berinisial GE tersebut meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak.

WowKeren - Polisi tengah menyelidiki kematian seorang mahasiswa asal Universitas Sebelas Maret kala mengikuti Diklatsar Resimen Mahasiswa (Menwa). Polda Jawa Tengah menduga ada tindak kekerasan dalam kasus meninggalnya mahasiswa berinisial GE tersebut.

Berdasarkan hasil autopsi terhadap jasad korban, GE diduga meninggal karena pukulan di bagian kepala. Autopsi jasad GE dilakukan oleh Kabid Dokkes Polda Jateng Polda Jateng, Kombes Pol. Sumy Hastry Purwanti.

"Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," tutur Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M Iqbal Alqudusy, dilansir CNN Indonesia pada Rabu (27/10).

Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan dugaan kekerasan di bagian lain. Namun Iqbal tidak merinci temuan tersebut. "Beberapa titik belum bisa saya sebutkan," ujarnya.

Proses autopsi telah dilakukan pada Senin (25/10). Iqbal memastikan Polda Jateng akan merilis hasil autopsi resmi dalam waktu dekat. "Hasilnya keluar kurang dari sepekan," katanya.


Adapun Polda Jateng masih belum menetapkan tersangka dalam kasus kematian GE. Iqbal menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi.

"Sementara kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun dari autopsi ada tanda-tanda kekerasan," terangnya.

Berdasarkan keterangan yang telah dikumpulkan, GE rupanya sudah mengeluh sakit di hari pertama Diklatsar Menwa UNS. GE kemudian tetap mengikuti aktivitas pada hari kedua, yakni rappelling di Jembatan Jurug dalam rombongan 12 orang. GE saat itu pun kembali mengeluh sakit dan sempat diberi pertolongan oleh tim kesehatan lapangan.

GE lantas dibawa ke Sekretariat Menwa UNS Solo, namun ia beberapa kali kehilangan kesadaran. Namun menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, panitia malah tidak segera membawa ke rumah sakit meskipun GE kehilangan kesadaran.

GE baru dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo pada pukul 21.50 WIB. "Namun sesampainya di rumah sakit pada pukul 22.02 WIB kondisinya sudah dinyatakan meninggal dunia," ujar Ade Safri, dikutip pada Rabu (27/10).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts