Lebih Dari 100 Juta Orang di India 'Bolos' Suntik Dosis Kedua Vaksin COVID-19, Kenapa?
AP Photo
Dunia

Orang-orang yang 'bolos' suntik dosis kedua ini tak hanya membuat diri mereka sendiri berisiko tertular COVID-19. Tapi juga membahayakan target India untuk menginokulasi semua orang dewasa pada 31 Desember.

WowKeren - Data resmi menunjukkan ada lebih dari 100 juta orang di India yang belum kembali untuk suntik dosis kedua vaksin COVID-19 mereka. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang kebangkitan COVID-19 meski tingkat infeksinya kini relatif rendah.

Orang-orang yang "bolos" suntik dosis kedua ini tak hanya membuat diri mereka sendiri berisiko tertular COVID-19. Namun juga membahayakan target India untuk menginokulasi semua orang dewasa pada 31 Desember.

"Kami telah melihat kepuasan serupa pada pasien tuberkulosis. Mereka mulai minum obat dan setelah beberapa minggu, mereka merasa lebih baik sehingga mereka berhenti meskipun harus meminumnya selama enam bulan," ungkap Bhavna Dewan, seorang petugas kesehatan di Nainital. "Ini adalah mentalitas yang mirip dengan vaksin. Saya yakin mereka merasa satu dosis sudah cukup karena tidak ada yang jatuh sakit."

Sementara itu, Menteri Kesehatan India Mansukh Mandaviya mendesak negara-negara bagian untuk mengatasi masalah tersebut. Mandaviya menyatakan bahwa mulai bulan depan, petugas kesehatan akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mencari para "pembolos vaksin" tersebut.


103,4 juta dosis vaksin yang terlewat ini terungkap seminggu setelah India merayakan pemberian 1 miliar dosis vaksin COVID-19. India telah memberikan dosis pertama kepada 725 juta orang, atau 77 persen dari populasi orang dewasanya, dan dosis kedua kepada 316 juta orang, atau 34 persen.

Beberapa ahli lantas bertanya-tanya apakah memberikan dosis kedua vaksin COVID-19 akan lebih sulit jika rasa puas diri telah muncul. Pasalnya, kasus COVID-19 harian India telah berada di bawah angka 30 ribu selama 29 hari terakhir. Beberapa hari terakhir ini, kasus COVID-19 harian India bahkan berada di angka 13 ribu hingga 15 ribu, terendah dalam delapan bulan.

Hidup telah kembali ke sesuatu yang sangat dekat dengan normal. Orang-orang merayakan festival dengan meninggalkan, bersosialisasi, berbelanja, dan makan di luar.

Di sisi lain, Dr Satyajit Rath, seorang ilmuwan di National Institute of Immunology menilai ratusan juta orang yang bolos dosis kedua vaksinasi itu hanya akan mengkhawatirkan jika mereka tidak pernah datang untuk mendapat suntikan kedua. Apabila mereka hanya menunda mendapatkan suntikan kedua, hal itu dinilainya tidak akan menjadi masalah.

"Jika orang selalu menunda-nunda untuk datang untuk dosis kedua mereka, mungkin datang satu atau dua minggu atau sebulan lebih lambat dari yang ditentukan karena mereka sibuk, maka itu tidak mengkhawatirkan. Ini berarti bahwa banyak dari 103,4 juta orang ini akan mengejar ketinggalan," pungkasnya. "Tetapi jika persentase yang lebih besar dari orang datang terlambat, maka itu mengkhawatirkan. Tapi kami tidak tahu."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait