Sarwendah pernah menjadi korban bullying saat sekolah di luar negeri. Sarwendah lantas berbagi cerita ketika dikeroyok dan menjadi tertawaan teman-temannya, tetapi pihak sekolah tidak melindungi.
- Neressa Prahastiwi
- Selasa, 02 November 2021 - 15:08 WIB
WowKeren - Sarwendah menceritakan aksi bullying yang diterimanya semasa sekolah di luar negeri. Sarwendah juga sempat menceritakan kisah tersebut saat mengomentari bullying yang diterima Audrey, siswa SMP di Pontianak pada 2019 silam.
Kepada Ruben Onsu, Sarwendah mengungkap sampai babak belur saat dikeroyok teman-teman SMA. Selain pelaku, rekan-rekan Sarwendah yang lain justru merekam serta menertawakan pengeroyokan tersebut.
"Aku ke toilet di sekolah, tiba-tiba dipukulin. Dikeroyok gitu trus ada yang videoin juga. Dan nontonin, ketawain," beber Sarwendah dalam konten "The Onsu Podcast" yang tayang pada Selasa (2/11).
"Aku udah nggak tau siapa yang aku tarik, yang aku tau pada saat udah selesai di tangan aku cuma ada anting-anting orang. Nggak jelas," sambungnya. "Cuman ya yang pasti lumayan babak belur."
Kejadian tersebut tentu membuat Sarwendah syok. Namun ia mengaku tak menangis dan hanya kebingungan. Mantan personel Cherry Belle ini mengaku tak paham alasan perilaku teman-temannya tersebut.
"Akhirnya ketauan sama guru, papi juga ke sekolah. Karena aku jelas banget ada yang videoin," tutur Sarwendah. "Ternyata ada yang nge-back up mereka. Nggak ditindaklanjuti dengan bener, malah ditutupin. Jadi videonya dihapus, di-back up semuanya."
Sarwendah mengungkap bahwa pelaku merupakan anak-anak dari keluarga kaya raya sehingga kasus ditutup tanpa keadilan sedikit pun untuknya. "Aku nggak ngerti kenapa, udah jelas-jelas ada videonya, udah jelas-jelas ada semua ininya tapi dipendem aja gitu," imbuh ibu tiga anak tersebut.
Selanjutnya Sarwendah menyelesaikan sekolah dengan rasa cemas. Sarwendah rupanya tidak pindah karena hanya tersisa 3 bulan untuk menyelesaikan pendidikannya.
"Jadi aku menyelesaikan sekolah dengan penuh ketakutan," tutup Sarwendah. "Ada 8-an (pelaku) kayaknya, aku ampe bingung."
(wk/nere)