Antisipasi Kecurangan Seleksi CPNS, BKN Siapkan Teknologi Baru
bkn.go.id
Nasional

Salah satu langkah antisipasi kecurangan ini adalah dengan menyiapkan penguatan keamanan sistem dan teknologi dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) BKN.

WowKeren - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengambil langkah antisipasi kecurangan di proses seleksi Calon Aparatus Sipil Negara (CASN), yakni CPNS dan PPPK, tahun ini. Salah satunya adalah dengan menyiapkan penguatan keamanan sistem dan teknologi dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) BKN.

"Kalau sekarang masih bersifat bisa multiplatform OS-nya, operating system-nya, maka ke depan akan dipaksa sistem itu akan berada di single platform yaitu Linux," tutur Deputi Sistem Informasi Kepegawaian ASN BKN, Suharmen, dalam diskusi virtual pada Selasa (2/11).

Menurut Suharmen, sistem single platform dengan Linux akan jauh lebih sulit diakses secara remote. "Karena dengan Linux itu akan lebih tidak mudah orang untuk melakukan potensi untuk terjadinya remote akses," jelasnya.

Meski demikian, ia mengaku potensi kecurangan masih akan tetap ada karena teknologi juga memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, BKN bersama BSSN dan BPPT akan lebih berupaya untuk mengantisipasi potensi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi CASN ini.


Selain mengganti CAT ke single platfirm, BKN juga akan menciptakan sistem artifisial intelijen (AI). Sistem ini akan dipakai untuk melakukan analisis terhadap data-data dan potensi kecurangan.

Di sisi lain, BKN disebut terus mengingatkan seluruh petugas admin, termasuk panitia seleksi instansi, untuk melaksanakan tugasnya sesuai SOP. Petugas dalam pelaksanaan seleksi juga akan diminta mengisi pakta integritas yang telah diperbaharui. Hal tersebut akan menjadi pegangan BKN dalam menindak tegas petugas yang terkait kecurangan.

"Sanksinya tentu komitmen Pak Menteri (PAN RB) dan Kepala (BKN) sangat tegas, ini adalah kalau memang nanti ada yang terlibat sanksinya itu adalah disiplin tingkat berat," paparnya.

Sebagai informasi, sebanyak 59 peserta SKD CPNS di Sulawesi Barat didiskualifikasi karena diduga melakukan tindak kecurangan. Dugaan kecurangan SKD CPNS ini timbul usai tim BKN menemukan adanya pengerjaan yang tidak wajar. Komputer yang digunakan peserta kemudian dikirim ke laboratorium forensik di Makassar.

Hasil forensik menunjukkan adanya aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang diinstal ke komputer tersebut beberapa hari sebelum ujian. Adapun dugaan kecurangan ini telah dilaporkan tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar ke Polda Sulbar.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait