Keputusan itu diambil usai data menunjukkan penurunan dramatis dalam angka kelahiran. Tingkat kesuburan Tiongkok tercatat hanya berada di angka 1,3 anak per wanita pada tahun 2020.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 03 November 2021 - 19:33 WIB
WowKeren - Meski diketahui memiliki jumlah penduduk yang relatif tinggi, namun nyatanya masih ada bagian dari Tiongkok yang berkutat dengan angka kelahiran. Sebuah provinsi yang terletak di barat Laut Tiongkok tengah berupaya untuk mendorong pasangan muda agar segera memiliki anak.
Pemerintah setempat bahkan sedang menimbang rencana untuk menambah durasi cuti hamil berbayar menjadi hampir satu tahun penuh. Untuk itu, Provinsi Shaanxi tengah mencari opini publik untuk mengizinkan tambahan setengah tahun cuti hamil di atas 168 hari. Ini akan menempatkan provinsi itu setara dengan negara-negara Eropa seperti Jerman atau Norwegia.
Tak cukup sampai di situ, pemerintah setempat juga tengah mempertimbangkan upaya untuk menggandakan durasi cuti hamil menjadi 30 hari bagi pasangan yang ingin memiliki anak ketiga. Pada Mei lalu, Tiongkok mengumumkan bahwa pasangan yang menikah boleh memiliki hingga 3 anak.
Keputusan itu diambil usai data menunjukkan adanya penurunan dramatis dalam angka kelahiran di negara terpadat di dunia. Keputusan untuk membiarkan keluarga memiliki hingga tiga anak pada awalnya menimbulkan keraguan apakah langkah itu benar-benar akan mendatangkan perubahan.
Sejak saat itu, 14 provinsi termasuk Shaanxi telah mengubah aturan keluarga berencana lokal. Mereka juga mencari opini publik untuk membuat amendemen undang-undang agar memungkinkan untuk memberikan cuti hamil atau cuti hamil tambahan.
Beberapa wilayah bahkan telah membuat kebijakan baru terkait cuti yang diberikan, misalnya cuti membesarkan anak. Media pemerintah melaporkan pada Rabu (3/11) bahwa cuti tersebut diberikan pada pasangan yang memiliki anak usia di bawah 3 tahun.
Di Hainan, orang tua yang memiliki anak di bawah usia 3 tahun diberikan satu jam cuti untuk membesarkan anak mereka setiap harinya. Sedangkan di Heilongjiang bahkan mengizinkan pasangan di kota-kota perbatasan untuk memiliki empat anak. Ini terjadi karena tingkat kelahiran di wilayah itu berada di bawah rata-rata.
Data terbaru menunjukkan jika Tiongkok hanya memiliki tingkat kesuburan 1,3 anak per wanita pada tahun 2020. Angka ini setara dengan masyarakat yang menua seperti yang terjadi di Jepang dan Italia.
(wk/zodi)