Ada Terduga Teroris Berprofesi Sebagai Kepsek SD, Densus 88 Dalami Jejak di Sekolah
Nasional

Terduga teroris berinisial DRS itu diduga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Amil Zakat Abdurrohman Bin Auf (LAZ-ABA) yang terafiliasi dengan teroris Jamaah Islamiah (JI).

WowKeren - Seorang kepala sekolah SD Negeri di Pesawaran, Lampung, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat aksi terorisme jaringan Jamaah Islamiah (JI). Terduga teroris berinisial DRS itu diduga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Amil Zakat Abdurrohman Bin Auf (LAZ-ABA) yang terafiliasi dengan teroris JI.

"DRS merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiyah yang sudah berbaiat ke Amir Jamaah Islamiyah," tutur Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol Aswin Siregar pada Rabu (3/11). "Profesinya PNS sebagai Kepala Sekolah SDN Pesawaran."

DRS juga disebut pernah berbaiat dengan salah satu petinggi JI. Ia juga dianggap mengetahui aliran dana LAZ-ABA yang dipakai untuk menjalankan kegiatan organisasi JI.

Pihak Densus kini juga mendalami kemungkinan DRS menyebarkan paham radikalisme di sekolah yang dipimpinnya. "Ini masih didalami terkait dengan yang bersangkutan kita masih lakukan pemeriksaan," jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Menurut Ahmad, pihak Densus kini masih melakukan penelusuran. Adapun DRS sendiri saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Lampung.


"Sampai saat ini, saudara DRS masih dilakukan pemeriksaan," katanya.

Sebagai informasi, DRS ditangkap di Wonokrio, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada 2 November 2021 lalu. Sebelum itu, Densus 88 juga telah menangkap terduga teroris lain berinisial S pada 1 November 2021.

S ditangkap di dekat rumahnya di Hajimena, Lampung Selatan. S disebut telah menjadi anggota JI sejak tahun 1998 lalu. Ia juga disebut menjabat sebagai Bendahara Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) Lampung sejak 2012 hingga sekarang.

"Aktif dalam berbagai pertemuan dan penggalangan dana untuk kegiatan program jihad global JI dan program pengkaderan serta konsolidasi JI," ungkap Aswin Siregar.

Adapun Densus 88 belakangan tengah gencar melakukan penangkapan terhadap anggota JI. JI disebut melakukan penggalangan dana untuk mengirim kader-kadernya ke sejumlah negara konflik seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Di negara-negara tersebut, para kader disebut akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan militernya. Mereka juga akan dilatih untuk menjalin komunikasi dan berdiplomasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait