Diidap SBY, Indonesia Peringkat 6 Negara dengan Kasus Kanker Prostat Terbanyak di Asia
Nasional

Kanker prostat adalah penyakit yang banyak menyerang orang berusia 50 tahun ke atas. Kanker tersebut berkembang di kelenjar prostat yang ada di dalam sistem reproduksi pria.

WowKeren - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY telah didiagnosis mengidap kanker prostat stadium awal. Politisi Partai Demokrat tersebut pun rencananya akan berobat ke luar negeri dan bahkan telah melapor ke Presiden Joko Widodo.

Sebagai informasi, kanker prostat adalah penyakit yang banyak menyerang orang berusia 50 tahun ke atas. Kanker tersebut berkembang di kelenjar prostat yang ada di dalam sistem reproduksi pria.

Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan), penderita kanker prostat di tingkat global pada tahun 2020 mencapai 1.414.259 orang. Ini merupakan jenis kanker terbanyak kedua setelah kanker paru yang menyerang pria di seluruh dunia.

Di tingkat global, Indonesia merupakan negara ke-21 dengan kasus kanker prostat terbanyak, yakni mencapai 13.563 kasus. Namun di tingkat Asia, Indonesia berada di urutan ke-6 negara dengan kasus kanker prostat terbanyak. Indonesia juga berada di peringkat pertama dalam kawasan Asia Tenggara.


Di sisi lain, dr Yudi Amiarno, SpU, selaku Direktur RSUD Pasar Minggu sekaligus ahli urologi mengungkapkan bahwa kanker prostat stadium awal seperti yang diidap SBY masih belum menyebar ke organ tubuh yang lain. Dengan demikian, tim medis bisa melakukan terapi dengan agresif.

"Kanker itu semuanya kalau ditangani stadium awal ya bagus. Insyaallah beliau kalau ditangani awal pasti bagus. Kalau stadium awal kita harus agresif jangan kasih kesempatan kanker tumbuh di tempat lain. Agresif artinya operasi radikal diangkat prostat jangan disisakan," terang dr Yudi kepada detikcom, dikutip pada Kamis (4/11).

Namun apabila kanker prostat telah mencapai stadium lanjut, maka tim medis harus melakukan terapi secara sistemik seperti operasi, kemoterapi, radiasi, sampai diberikan hormon. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah kanker prostat terus tumbuh.

Adapun para peneliti hingga masih belum tahu persis apa penyebab kanker prostat. Namun mereka telah menemukan sejumlah faktor risiko, dan mencoba untuk mempelajari bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan sel-sel prostat berubah menjadi sel kanker.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait