Wang Yaping dan rekan astronotnya, Zhai Zhigang, meninggalkan modul utama stasiun Tiangong selama lebih dari enam jam untuk memasang peralatan dan melakukan tes di samping lengan robot stasiun.
- Bertilia Puteri
- Senin, 08 November 2021 - 15:58 WIB
WowKeren - Astronot bernama Wang Yaping resmi menjadi wanita Tiongkok pertama yang berjalan di luar angkasa. Wang Yaping diketahui turut ambil bagian dalam misi enam bulan ke stasiun luar angkasa Tiongkok.
Wang Yaping dan rekan astronotnya, Zhai Zhigang, meninggalkan modul utama stasiun Tiangong selama lebih dari enam jam untuk memasang peralatan dan melakukan tes di samping lengan robot stasiun. Hal ini merupakan bagian dari konstruksi yang sedang berlangsung. Menurut China Manned Space Agency atau CMS, Ye Guangfu selaku anggota ketiga kru tersebut memberikan bantuan dari dalam stasiun.
Stasiun luar angkasa Tiangong yang memiliki makna "istana surgawi" adalah bagian penting dari upaya yang dipimpin militer Tiongkok untuk menjadi kekuatan luar angkasa terkemuka. Modul intinya memasuki orbit awal tahun ini, dan stasiun tersebut diharapkan akan beroperasi pada tahun 2022.
"Ini menandai aktivitas ekstravehicular pertama kru Shenzhou-13, dan juga yang pertama dalam sejarah luar angkasa Tiongkok yang melibatkan partisipasi astronot wanita," tulis CMS dalam pernyataannya pada Senin (8/11). "Seluruh proses berjalan lancar dan sukses."
Sebelumnya, Wang Yaping dan Zhai Zhigang telah melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa eksperimental Tiongkok yang sekarang sudah tak beroperasi. Zhai Zhigang juga turut melakukan perjalanan luar angkasa pertama Tiongkok 13 tahun lalu. Dalam kesempatan kali ini, keduanya melambai ke arah kamera sambil ditambatkan ke luar stasiun.
Kru yang terdiri dari tiga astronot tersebut adalah kelompok kedua yang tinggal di sana, sedangkan Wang Yaping adalah wanita pertama. Tugas mereka antara lain terkait pengaturan peralatan dan teknologi pengujian untuk konstruksi masa depan, dengan setidaknya satu perjalanan ruang angkasa lagi yang direncanakan.
Tim ini diperkirakan akan menghabiskan enam bulan di stasiun. Adapun stasiun luar angkasa Tiangong ini diperkirakan akan beroperasi setidaknya selama 10 tahun.
Modul stasiun Tianhe akan dihubungkan tahun depan ke dua bagian lain bernama Mengtian dan Wentian. Setelah selesai, stasiun luar angkasa Tiongkok ini akan memiliki berat sekitar 66 ton, jauh lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang berbobot sekitar 450 ton.
Tiga perjalanan ruang angkasa direncanakan untuk memasang peralatan sebagai persiapan untuk perluasan stasiun. Kru juga akan menilai kondisi kehidupan di modul Tianhe dan melakukan eksperimen di bidang kedokteran luar angkasa dan bidang lainnya.
(wk/Bert)