Departemen Kesehatan New South Wales, Australia membuka data pasien COVID-19 yang tercatat sejak Juni-Oktober 2021. Rupanya kebanyakan pasien di ICU dan yang meninggal belum menerima vaksinasi.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 November 2021 - 19:34 WIB
WowKeren - Sudah hampir 2 tahun dunia "dibungkam" dengan pandemi COVID-19. Vaksin pun digadang-gadang menjadi solusi paling ampuh untuk mengendalikan wabah, namun sayangnya masih banyak yang menolak untuk menjalaninya.
Namun fakta yang diungkap pemerintah Australia ini tampaknya harus dipertimbangkan ulang. Sebab pemerintah New South Wales (NSW) Australia menyebut individu yang tidak divaksin 16 kali lebih berpotensi masuk Intensive Care Unit (ICU) atau bahkan meninggal akibat COVID-19.
Pernyataan ini disampaikan berdasarkan data kesehatan otoritas NSW. Hanya 11 persen dari 412 pasien meninggal COVID-19 sudah menerima vaksinasi dosis penuh. Usia rata-rata pasien yang meninggal ini pun 82 tahun alias sudah lansia.
Kemudian hanya 3 persen dari seluruh pasien COVID-19 di ICU yang sudah divaksin penuh. Sementara lebih dari 63 persen dari 61.800 kasus positif COVID-19 pada rentang 16 Juni sampai 7 Oktober 2021 adalah pasien yang belum divaksin.
Karena itulah, otoritas NSW mendesak masyarakatnya untuk segera menerima vaksinasi COVID-19. "Orang muda dengan dua dosis vaksin mengalami tingkat infeksi yang lebih rendah dan hampir tidak ada penyakit serius, sementara mereka yang tidak divaksinasi dalam kelompok usia ini berisiko lebih besar terkena COVID-19 dan membutuhkan rawat inap," kata Kepala Departemen Kesehatan NSW, Kerry Chant, dikutip dari CGTN, Selasa (9/11).
Pernyataan dari otoritas NSW ini pun sejalan dengan data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada September 2021 lalu. CDC sempat mengungkap individu tak divaksin 11 kali lebih mungkin meninggal karena COVID-19 daripada mereka yang telah divaksin.
Diketahui Australia menjadi salah satu negara yang memberlakukan lockdown dengan sangat ketat akibat lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi. Virus Corona varian Delta menjadi penyebab utama beberapa kota besar Australia seperti Sydney, Melbourne, hingga Ibu Kota Canberra di-lockdown.
Namun kini Australia mulai melonggarkan pembatasan kegiatan setelah cakupan vaksinasi sudah melampaui target. Termasuk NSW yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya telah mencapai hampir 94 persen.
(wk/elva)