Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 6-11 Tahun Segera Digelar, Butuh Tambahan Anggaran Sekitar Rp4 Triliun
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun. Dikarenakan adanya tambahan sasaran, maka pemerintah membutuhkan tambahan anggaran.

WowKeren - Pada saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun. Seperti yang diketahui sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (EUA) pada vaksin Sinovac untuk digunakan kepada anak usia di bawah 12 tahun.

Kemudan EUA dari BPOM itu juga disusul dengan rekomendasi mengenai proses vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dengan adanya rekomendasi dari IDAI, maka jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 akan mengalami penambahan.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 208 juta orang, tidak termasuk sasaran anak usia 6-11 tahun. Dengan begini, artinya bahwa ada tambahan persediaan vaksin COVID-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyampaikan bahwa dibutuhkan tambahan vaksin Sinovac sekitar 25 hingga 30 juta dosis. Artinya bahwa, juga dibutuhkan tambahan anggaran untuk bisa memenuhi kebutuhan vaksin tersebut.


"Betul ada tambahan sasaran, untuk anak usia 6-11 tahun sekitar 26-27 juta orang," papar Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 Kemenkes kepada Kontan.co.id, Selasa (9/11). "Tambahan anggaran mungkin sekitar Rp3 triliun sampai Rp4 triliun, tapai ini masih perkiraan ya."

Meski ada tambahan sasaran vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia 6-11 tahun, namun kata Nadia, kini pemerintah masih terfokuskan pada penyelesaian target 208 juta sasaran. Pada akhir tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan vaksinasi COVID-19 mencapai 80 persen dari sasaran telah mendapat suntikan dosis pertama dan 60 persen suntikan dosis kedua.

Kemudian, kata Nadia, pada triwulan atau 3 bulan pertama tahun 2022, vaksinasi COVID-19 terhadap 208 juta orang sasaran telah selesai dilaksanakan. Sementara untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster juga telah dilakukan persiapannya oleh pemerintah.

Menurut Nadia, pemerintah merencanakan memberi suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 terhadap masyarakat apabila 50 persen dari sasaran telah mendapatkan suntikan dosis lengkap. "Tetapi kembali mulai dengan kelompok yang rentan sesuai dengan rekomendasi WHO," jelas Nadia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait