Sebagai informasi, Taliban sempat menembak kepala Malala Yousafzai pada tahun 2012, kala gadis itu baru berusia 15 tahun, untuk mencoba membungkamnya.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 10 November 2021 - 12:59 WIB
WowKeren - Aktivis Malala Yousafzai mengumumkan bahwa ia telah menikah pada Selasa (9/11). Lewat media sosialnya, peraih Nobel Perdamaian tersebut mengungkapkan bahwa ia telah menikahi pasangannya yang bernama Asser Malik dalam sebuah upacara kecil di Birmingham.
"Hari ini menandai hari yang berharga dalam hidupku. Asser dan saya mengikat janji untuk menjadi pasangan seumur hidup," cuit Malala di akun Twitter resminya. "Kami merayakan upacara nikah kecil di rumah di Birmingham bersama keluarga kami. Mohon kirimkan doa-doa Anda kepada kami. Kami bersemangat untuk berjalan bersama dalam perjalanan ke depan."
Dalam foto-foto yang dibagikan, Malala tampak cantik dengan pakaian tradisional berwarna pink. Sedangkan Asser mengenakan setelah jas berwarna hitam. Dalam salah satu foto, tampak Asser menandatangani suatu dokumen di samping Malala.
Sebagai informasi, Malala mulai menulis blog untuk BBC pada tahun 2009 tentang pengalamannya di bawah perkembangan pengaruh Taliban di wilayah Swat Valley, Pakistan. Taliban kemudian menembak kepala Malala pada tahun 2012, kala gadis itu baru berusia 15 tahun, untuk mencoba membungkamnya.
Beruntung, Malala selamat meski harus berada menerima perawatan selama berbulan-bulan. Ia kemudian menulis sebuah memoar berjudul "I am Malala" yang laris di pasaran.
"Alih-alih membungkam saya, mereka (Taliban) memperkuat suara saya di luar Pakistan," tulis Malala dalam bukunya yang berjudul "We Are Displaced" yang dirilis tahun 2019.
Pada tahun 2013, Malala ikut mendirikan Malala Fund, sebuah organisasi nirlaba internasional yang mengadvokasi sekolah anak perempuan. Pada tahun 2014, Malala menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda di usia 17 tahun. Tahun lalu, Malala juga telah lulus dari Universitas Oxford dengan gelar sarjana dalam bidang filsafat, politik dan ekonomi (PPE).
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya. Ini untuk anak-anak yang terlupakan yang menginginkan pendidikan. Ini untuk anak-anak yang ketakutan yang menginginkan perdamaian. Ini untuk anak-anak tak bersuara yang menginginkan perubahan," ujar Malala dalam pidato penerimaan Nobel 2014. "Saya di sini untuk membela hak-hak mereka, untuk mengangkat suara mereka."
(wk/Bert)