Rumah Sakit Sir Ganga Ram menerima 50 hingga 60 pasien setiap harinya yang menderita penyakit akut. Setelah diuji, sebagian besar dari mereka ternyata menderita demam berdarah.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 11 November 2021 - 08:42 WIB
WowKeren - Di tengah upaya pengendalian COVID-19, India harus dihadapkan pada masalah kesehatan lainnya. Selama sepekan terakhir, New Delhi telah melaporkan setidaknya 1.170 kasus demam berdarah. Secara keseluruhan, Delhi telah melaporkan 2.708 kasus sepanjang tahun ini.
Demam berdarah telah merenggut 9 nyawa di kota tersebut. Ini adalah kematian tertinggi di kota itu tahun ini sejak 2017 ketika jumlah kematian resmi mencapai 10. Pemerintah telah mengarahkan kapasitas rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19 mengingat jumlah pasien demam berdarah cenderung stabil.
Salah seorang pasien di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash Narayan (LNJP), Irshad Hussain, dinyatakan positif terkena demam berdarah awal pekan ini setelah ia mengeluh demam tinggi. "Kami mengira dia demam karena TBC, yang didiagnosis tiga bulan lalu. Tetapi ketika kami melakukan sejumlah tes, dia didiagnosis demam berdarah," kata ayahnya.
Otoritas RS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka mencatat sekitar 100 pasien dengan demam tinggi setiap hari. Banyak dari mereka yang kemudian dinyatakan positif terkena demam berdarah. Dr Ritu Saxena, wakil pengawas medis rumah sakit, mengatakan bahwa ketika pandemi COVID-19 menurun, demam berdarah menjadi tantangan lain.
"Jumlah pasien COVID telah sangat menurun," ujarnya. "Dan kami hanya memiliki beberapa pasien tetapi sekarang kami mendapatkan pasien demam berdarah."
Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Atul Gogoi dari Rumah Sakit Sir Ganga Ram. Kepada Al Jazeera ia mengatakan bahwa mereka menerima 50 hingga 60 pasien setiap harinya yang menderita penyakit akut. Setelah diuji, sebagian besar dari mereka ternyata menderita demam berdarah.
"Bisa dikatakan 80 hingga 90 persen pasien dengan demam singkat umumnya positif DBD," katanya. Ia menambahkan bahwa situasi tersebut telah memberikan tekanan pada infrastruktur rumah sakit.
Saat ini, pihak rumah sakit sudah memiliki pengaturan untuk pasien COVID-19. Oleh sebab itu, Dr Gogoi mengatakan untuk sementara ini RS dapat mengakomodasi arus masuk pasien. "Tapi kalau trennya terus berlanjut, maka akan sulit," imbuhnya.
(wk/zodi)