Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini ada 129 kandidat vaksin berbeda yang telah mencapai tahap uji klinis yang mana sedang diuji pada manusia.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 11 November 2021 - 11:08 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (9/11) mengatakan bahwa pihaknya tengah menantikan generasi kedua vaksin COVID-19. Berbeda dengan vaksin saat ini di mana penggunaannya dilakukan dengan cara disuntikkan, vaksin generasi kedua mencakup semprotan hidung dan versi oral.
Saat ini, ia mengatakan ada 129 kandidat vaksin yang telah mencapai tahap uji klinis sedang diujicobakan pada manusia. Sementara 194 lainnya masih dikembangkan di laboratorium dan belum begitu maju.
Dalam saluran media sosial WHO, ia yakin jika pengembangan vaksin-vaksin itu tak akan memakan waktu yang cukup lama. Ia juga mengatakan bahwa mungkin sebagian dari mereka kan segera dinyatakan aman untuk digunakan.
"Ini mencakup seluruh jajaran teknologi," katanya. "Vaksin-vaksin itu masih dalam pengembangan. Saya yakin beberapa di antaranya akan terbukti sangat aman dan manjur dan yang lain mungkin tidak."
Vaksin semacam itu dinilai lebuh unggul dibanding dengan yang ada saat ini, sebagaimana dikatakan oleh Dr Soumya Swaminathan. Menurutnya, vaksin semprot maupun oral akan lebih mudah digunakan dibandingkan suntikan, bahkan bisa dilakukan secara mandiri tanpa tenaga khusus.
"Mungkin ada keuntungan dari beberapa vaksin generasi kedua, jelas jika Anda memiliki vaksin oral atau vaksin intra-nasal, ini lebih mudah diberikan daripada suntikan," tambahnya. "Akhirnya kita bisa memilih mana yang paling tepat."
Lebih jauh, ia mengatakan pada dasarnya platform itu sedianya digunakan untuk mengembangkan obat penyakit lain di masa depan. Namun karena pandemi COVID-19 yang melanda, membuat para ilmuwan harus memanfaatkannya sebaik mungkin. "Jika bukan karena COVID-19, kami akan menggunakan platform ini untuk infeksi lain di masa depan," paparnya.
Meski saat ini sudah ada 7 merek vaksin yang sudah mengantongi izin penggunaan dari WHO, namun tidak ada yang memberikan perlindungan hingga 100 persen. Menurut AFP, saat ini sudah ada lebih dari 7,25 miliar dosis vaksin telah diberikan di seluruh dunia.
"Tidak ada yang pernah mengklaim bahwa vaksin akan 100 persen melindungi," lanjutnya. "Tapi 90 persen adalah jumlah perlindungan yang luar biasa, dibandingkan dengan nol."
(wk/zodi)