Krisis air yang terkontaminasi timbal ini dimulai pada tahun 2014, kala pihak kota mengalihkan pasokan airnya dari Danau Huron ke Sungai Flint untuk memangkas biaya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 11 November 2021 - 15:31 WIB
WowKeren - Krisis air yang terkontaminasi timbal di Flint, Michigan, Amerika Serikat (AS) mencapai putusan akhir. Hakim federal menyetujui pembayaran sebesar USD 262 juta atau setara Rp 8,9 triliun untuk puluhan ribu penduduk yang menjadi korban air terkontaminasi itu.
Pembayaran yang diberikan pada Rabu (10/11) tersebut merupakan salah satu penyelesaian hukum terbesar dalam sejarah Michigan. Sebagian besar ganti rugi ini akan orang-orang yang masih anak-anak pada saat krisis air di Flint terjadi. Pembayaran ini juga akan bermanfaat bagi orang dewasa yang dapat membuktikan penyakit mereka disebabkan oleh keracunan timbal.
"Penyelesaian yang dicapai di sini adalah pencapaian yang luar biasa karena berbagai alasan, tidak sedikit di antaranya adalah menetapkan program kompensasi yang komprehensif dan garis waktu yang konsisten untuk setiap peserta yang memenuhi syarat," kata Hakim Distrik AS Judith Levy dalam keputusan setebal 178 halaman.
Sebagai informasi, kontaminasi air Flint merupakan salah satu krisis kesehatan masyarakat terburuk di AS beberapa tahun belakangan. Masalah ini dimulai pada tahun 2014, kala pihak kota mengalihkan pasokan airnya dari Danau Huron ke Sungai Flint untuk memangkas biaya.
Air sungai yang korosif menyebabkan kebocoran dari pipa, mencemari air minum dan menyebabkan wabah penyakit Legionnaires. Sedikitnya 12 orang meninggal akibat infeksi tersebut.
Fakta bahwa krisis air ini menimpa kota yang lebih dari penduduknya merupakan orang kulit hitam menjadikan kasus ini sebagai simbol ketidaksetaraan rasial di AS. Krisis ini membuat para orangtua mengajukan tuntutan hukum karena anak-anak mereka menunjukkan kadar timbal dalam darah yang sangat tinggi.
Diketahui, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan perkembangan. Timbal bisa menjadi racun, dan anak-anak sangat rentan. Saat itu, ada sekitar 18 ribu hingga 20 ribu anak-anak yang tinggal di Flint.
"Ini adalah hari bersejarah dan penting bagi penduduk Flint, yang akhirnya akan mulai melihat keadilan ditegakkan," tutur Ted Leopold, salah satu pengacara utama dalam proses pengadilan.
(wk/Bert)