New Delhi Tutup Sekolah Imbas Polusi Udara Kian Memburuk
pixabay.com/Ilustrasi/SD-Pictures
Dunia

Kabut asap tebal beracun telah menyelimuti ibu kota India, yang mana hal ini diperparah oleh lonjakan pembakaran limbah tanaman di sekitar lahan pertanian.

WowKeren - Kondisi pencemaran udara di ibu kota India New Delhi rupanya kian memburuk. Bahkan kekinian, pemerintah setempat telah memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah.

Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal pada Sabtu (13/11) mengatakan bahwa selama seminggu ke depan, sekolah-sekolah di ibu kota akan ditutup. Kebijakan yang sama juga akan berlaku pada lokasi konstruksi, namun hanya untuk periode empat hari.

"Selama seminggu dari Senin dan seterusnya," ujarnya. "Sekolah akan ditutup secara fisik tetapi akan berlanjut secara virtual sehingga anak-anak tidak perlu menghirup udara yang tercemar dan kegiatan konstruksi tidak diizinkan."

Semua kantor pemerintah akan mengalihkan kegiatannya ke WFH. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan tentang potensi penguncian total di ibu kota. Namun yang jelas, keputusan hanya akan diambil setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Sebelum langkah ini diambil, pengadilan India telah memperingatkan situasi yang sangat serius terkait polusi udara ini.


Ketua pengadilan meminta agar memerintah pusat segera membuatkan rencana darurat untuk mengatasi kabut asap yang membahayakan warganya. Sementara itu, Delhi sendiri telah acap kali menduduki peringkat ibu kota paling tercemar di dunia karena kualitas udara di kota itu yang buruk.

Adapun sejumlah faktor penyumbang polusi adalah salah satunya karena pembakaran sampah dan debu secara terbuka. Selain itu, pembakaran tunggul tanaman, emisi dari transportasi, pembangkit listrik tenaga batu bara di luar kota dan industri lainnya juga turut andil dalam hal ini.

Kabut asap tebal beracun telah menyelimuti ibu kota India, yang mana hal ini diperparah oleh lonjakan pembakaran limbah tanaman di sekitar lahan pertanian. Menurut data dewan pengendalian polusi federal pada hari Sabtu, indeks Kualitas Udara (AQI) di dalam dan sekitar kota telah memburuk menjadi 470-499 pada skala 500.

Angka ini memiliki arti, bahwa udara di kota itu berpotensi mempengaruhi orang yang sehat dan berdampak serius bagi mereka yang memiliki penyakit. "Kami juga terpaksa memakai masker di rumah, situasinya sangat serius," kata ketua hakim India N. V. Ramana, pejabat tinggi hukum di Mahkamah Agung.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait