Brasil Salip Amerika, Lebih dari 60 Persen Penduduknya Sudah Divaksin COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi/KitzD66
Dunia

Peluncuran vaksin di Brasil diketahui lebih lambat daripada AS. Para kritikus mengatakan itu merupakan konsekuensi dari respons pemerintah yang lambat terhadap vaksin.

WowKeren - Brasil dilaporkan telah menyalip Amerika Serikat terkait jumlah penduduk yang sudah divaksinasi COVID-19. Negara yang sebelumnya sempat menjadi hot spot pandemi ini telah melakukan vaksinasi ke lebih dari 60 persen penduduknya.

Tentu saja, penanganan pandemi ini sangat bertolak belakang dengan sikap presidennya sendiri, Jair Bolsonaro. Bolsonaro banyak dikritik lantaran sikapnya yang anti vaksin. Tingginya tingkat vaksinasi juga menunjukan tingkat kepercayaan publik terhadap sistem perawatan kesehatan yang kuat dengan rekam jejak dalam merespons krisis dengan cepat.

Brasil sendiri telah mengalami banyak rintangan dalam menghadapi pandemi. Tak hanya tes yang dilakukan kurang, namun juga ketersediaan masker, tempat tidur rumah sakit, hingga pasokan oksigen. Yang mana, kekurangan ini terkadang mendorong jumlah kematian harian yang diketahui menjadi yang tertinggi di dunia.

Lebih dari 600.000 orang Brasil diketahui telah meninggal karena COVID-19, jumlah yang hanya dikalahkan oleh Amerika Serikat. Sedangkan di AS sendiri, 59 persen populasi telah divaksinasi lengkap.


Peluncuran vaksin di Brasil juga diketahui lebih lambat daripada AS. Para kritikus mengatakan itu merupakan konsekuensi dari respons Bolsonaro yang lambat terhadap vaksin.

"Beberapa orang mengatakan saya memberikan contoh yang buruk,” kata Bolsonaro pada bulan Juli tentang lawan yang menegurnya karena penolakannya untuk disuntik. "Bagaimana jika aku berubah menjadi buaya?"

Namun, warganya sendiri justru banyak yang mencemoohnya. Sikap skeptis Bolsonaro terhadap vaksin tak serta merta memadamkan antusiasme orang Brasil terhadap vaksin. Ketika vaksin mulai tersedia, media sosial dibanjiri dengan foto-foto orang Brasil yang disuntik dan memuji kesehatan masyarakat serta mengkritik pemerintah.

Banyak yang berpakaian seperti buaya untuk mengejek presiden. Bahkan kerabat dekat dan sekutu Bolsonaro pun menyerah. "Saya mengambil vaksin secara rahasia. Seperti manusia lainnya, aku ingin hidup," kata Luiz Eduardo Ramos, mantan kepala stafnya.

Dr Daniel Soranz, yang mengepalai departemen kesehatan masyarakat di Rio de Janeiro, mengatakan kotanya dapat memvaksinasi warganya tiga kali lebih cepat jika vaksin datang lebih awal. Tingkat vaksinasi saat ini lebih tinggi dari New York, yakni mencapai 70 persen.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait