Musim 5 dari 'The Crown' akan menunjukkan keluarga Kerajaan saat mereka melewati pertengahan 1990-an yang menghadapi cobaan dan kesengsaraan sebagai bagian dari kerajaan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 16 November 2021 - 16:15 WIB
WowKeren - Teman-teman keluarga Kerajaan Inggris dilaporkan sangat khawatir tentang bagaimana musim mendatang "The Crown" Netflix akan menggambarkan Ratu dan keluarganya. Menurut The Sun teman-teman monarki Inggris dilaporkan "mencari nasihat hukum."
"Saran yang diterima (teman-teman mereka) juga akan berlaku untuk Keluarga Kerajaan," klaim seorang sumber kepada media tersebut. Media itu juga mencatat bahwa bangsawan mungkin dapat menuntut layanan streaming.
The Sun melaporkan jika para ahli dari "calon" firma hukum Ratu Elizabeth II, Farrer & Co dan Harbottle & Lewis, dikatakan telah memberikan nasihat hukum. "Meskipun ini bukan nasihat hukum langsung yang diberikan kepada Ratu dan keluarganya, mereka telah diberi tahu tentang nasihat ini," klaim sumber itu.
Musim 5 dari "The Crown" akan menunjukkan keluarga Kerajaan saat mereka melewati pertengahan 1990-an dan menghadapi cobaan dan kesengsaraan menjadi bagian dari kerajaan. Di mana saat itu semua mata tertuju pada Putri Diana dan Pangeran Charles saat mereka mencoba menyelamatkan pernikahan mereka yang hancur.
Imelda Staunton akan mengambil alih peran Ratu dari Olivia Colman, Elizabeth Debicki akan memerankan mendiang Putri Wales dan Dominic West berperan sebagai Pangeran Charles.
"Serial ini akan menjadi yang paling kontroversial," tambah orang dalam The Sun. "Ini berkaitan dengan peristiwa yang masih sangat mentah bagi banyak orang."
Sumber lain mengatakan bahwa pengacara Ratu masih memantau untuk saat ini. "Pengacara Ratu telah mengawasi semuanya dengan cermat. Mengingat kesepakatan Pangeran Harry, 'The Crown' telah menjadi bahan pembicaraan yang lebih banyak lagi," klaim sumber itu.
Sebagaimana diketahui, Harry dan istrinya Meghan Markle mencetak kesepakatan multi-tahun dan jutaan dolar dengan Netflix untuk menghasilkan konten eksklusif pada tahun 2020. "Mengkhawatirkan, banyak orang, terutama orang Amerika, tampaknya berpikir (The Crown) secara efektif adalah sebuah film dokumenter," kata orang dalam.
(wk/zodi)