Gelar Pertemuan Virtual, Joe Biden dan Xi Jinping Saling Beri Peringatan Soal Taiwan
Dunia

Ini merupakan pertama kalinya kedua pemimpin negara adidaya tersebut melakukan pertemuan formal sejak Joe Biden resmi menduduki Gedung Putih pada Januari 2021 lalu.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping baru saja menggelar pertemuan secara virtual. Ini merupakan pertama kalinya kedua pemimpin negara adidaya tersebut melakukan pertemuan formal sejak Biden resmi menduduki Gedung Putih pada Januari 2021 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping rupanya sempat memperingatkan Biden bahwa Tiongkok siap mengambil "langkah-langkah tegas" jika Taiwan bergerak menuju kemerdekaan. Menurut akun media pemerintah Tiongkok yang memberitakan pertemuan tersebut, Xi Jinping juga memperingatkan Biden bahwa dukungan apa pun untuk gerakan kemerdekaan Taiwan akan seperti "bermain api". Ia menambahkan bahwa siapa pun yang bermain api "akan terbakar".

Sebagai tanggapan, Biden mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen pada "kebijakan satu Tiongkok" yang hanya mengakui satu negara Tiongkok yang berdaulat. BIden juga menyebut bahwa Washington "sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan".


Ungkapan itu mengingatkan orang Taiwan untuk tidak mendeklarasikan kemerdekaan, tetapi juga memperingatkan Tiongkok untuk tidak memikirkan invasi. Biden lantas mengatakan kepada Xi Jinping bahwa AS dan Tiongkok memiliki tanggung jawab untuk memastikan persaingan antara kedua negara mereka tidak "berubah menjadi konflik terbuka".

Meski demikian, konferensi video Biden dan Xi Jinping secara keseluruh bernuansa ramah dan memberikan dorongan langsung ke pasar keuangan di Asia. Media pemerintah Tiongkok menggambarkan pembicaraan itu sebagai "terus terang, konstruktif, substantif dan bermanfaat".

"Kedua pemimpin benar-benar memiliki percakapan yang substansial dan kemampuan untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara yang tidak mereka lakukan dalam panggilan telepon mereka, dan itu benar-benar memfasilitasi jenis percakapan yang berbeda," ungkap seorang pejabat senior AS. "Saya akan mengatakan bahwa percakapan itu hormat dan lugas dan terbuka."

Adapun salah satu tujuan Biden dalam pertemuan tersebut adalah untuk membangun dialog reguler antara pejabat AS dan Tiongkok tentang berbagai masalah. Namun, tidak jelas seberapa jauh kedua pemimpin telah mencapai hal itu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait