Disneyland Hong Kong tak beroperasi pada Rabu (17/11) waktu setempat demi memeriksa semua karyawan usai seorang pengunjung pekan lalu dikonfirmasi terpapar COVID-19.
- Elvariza Opita
- Rabu, 17 November 2021 - 11:28 WIB
WowKeren - Sejumlah negara siap mengambil langkah tegas bila menemukan kasus positif COVID-19, termasuk dengan menutup sebuah tempat umum. Langkah itulah yang ditempuh pengelola taman bermain Disneyland di Hong Kong pada Rabu (17/11) waktu setempat.
Disneyland Hong Kong mengumumkan penutupan lokasi selama sehari demi melakukan tes COVID-19 kepada semua karyawannya. Pasalnya salah satu pengunjung pekan lalu ada yang dikonfirmasi COVID-19 sehingga Disneyland Hong Kong langsung melakukan langkah pencegahan penyebaran penyakit.
Dalam pengumumannya, Disneyland Hong Kong menegaskan bahwa penutupan adalah wujud kehati-hatian demi mencegah penularan COVID-19. Taman bermain yang saham mayoritasnya dimiliki pemerintah Hong Kong tersebut menyarankan pengunjung untuk menjadwal ulang kedatangan mereka.
Secara terpisah, pemerintah Hong Kong juga akan melakukan tes COVID-19 kepada semua pengunjung Disneyland pada 14 November 2021 sekitar pukul 11.00-18.00 waktu setempat. Tes untuk pengunjung Disneyland Hong Kong ini diselenggarakan pada Kamis (18/11) besok.
Sebelumnya Disneyland Shanghai, Tiongkok juga menempuh pembatasan ketat akibat konfirmasi kasus COVID-19. Bahkan kala itu pengunjung Disneyland Shanghai "dikunci" untuk menjalani tes COVID-19 di pintu keluar terkait investigasi sebaran kasus positif di provinsi dan kota lain di Tiongkok.
Di sisi lain, Hong Kong memang mengikuti jejak Beijing untuk menetapkan pembatasan perjalanan secara ketat. Hal ini berbeda dengan tren global di mana negara-negara mulai percaya diri untuk melonggarkan pembatasan dan hidup berdampingan dengan virus Corona.
Banyak yang meyakini Hong Kong berusaha meyakinkan pemerintah daratan utama Tiongkok, yang merupakan sumber utama pertumbuhan ekonominya, agar secara bertahap membuak pembatasan dengan kota pusat ekonomi tersebut. Namun kebijakan Hong Kong ini banyak dikritik komunitas internasional.
Mereka memperingatkan Hong Kong bisa kehilangan bakat, investasi, serta daya saing terhadap pusat-pusat ekonomi lain seperti Singapura. Satu-satunya langkah untuk mempertahankan pamor Hong Kong adalah dengan melonggarkan pembatasan perjalanan, aturan karantina, hingga pemulangan pasien.
Bahkan Presiden Kamar Dagang Amerika di Hong Kong memilih untuk mengundurkan diri karena tidak mampu melobi pemerintah untuk melonggarkan pembatasan COVID-19. Kepala Eksekutif JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, yang diperbolehkan tidak menjalani karantina, menilai kebijakan pembatasan COVID-19 di Hong Kong mempersulit untuk mempertahankan staf.
(wk/elva)