Peristiwa itu terjadi ketika Warsawa menuduh pihak berwenang Belarusia memberikan granat asap dan senjata lain kepada mereka yang mencoba melintasi perbatasan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 17 November 2021 - 12:38 WIB
WowKeren - Kondisi di perbatasan Belarusia dan Polandia kian memanas. Pada Selasa (16/11), Pasukan Polandia harus menggunakan meriam air dan gas air mata terhadap para migran yang melempar batu.
Peristiwa itu terjadi ketika Warsawa menuduh pihak berwenang Belarusia memberikan granat asap dan senjata lain kepada mereka yang mencoba melintasi perbatasan. Peristiwa tersebut menandai eskalasi dalam krisis tegang di perbatasan timur Uni Eropa.
Negara-negara Barat menuduh Presiden Alexander Lukashenko menggunakan para migran sebagai pion untuk mengacaukan blok 27 negara. Langkah itu dilakukan sebagai pembalasan atas sanksinya terhadap rezim otoriternya. Namun, Belarusia membantah mengatur krisis tersebut.
Badan Penjaga Perbatasan Polandia memposting video di Twitter yang menunjukkan air disemprotkan melintasi perbatasan ke sekelompok migran yang melemparkan puing-puing. Kementerian Pertahanan juga mengatakan gas air mata digunakan untuk melawan para penyerang.
Pihak berwenang Polandia mengatakan sembilan dari pasukannya terluka. Mereka terdiri dari tujuh polisi, satu tentara dan seorang penjaga perbatasan wanita.
Saat ini, ada sekitar 2.000 migran yang berada di kamp-kamp darurat di tengah cuaca dingin. Namun, juru bicara Penjaga Perbatasan Anna Michalska mengatakan bahwa diyakini hanya 100 dari mereka yang terlibat dalam aksi penyerangan pasukan Polandia di persimpangan dekat Kuznica.
Juru bicara polisi Mariusz Ciarka kemudian mengatakan para migran di sana telah ditenangkan. Ia menjelaskan bahwa para penyerang itu telah diberi granat asap oleh Belarusia hingga melemparkan batu ke polisi Polandia.
Komite Penjaga Perbatasan Negara Belarus dan Kementerian Luar Negeri mengatakan mereka akan menyelidiki tindakan Polandia. "Ini dianggap tindakan kekerasan terhadap individu yang berada di wilayah negara lain," kata juru bicara komite Anton Bychkovsky seperti dikutip kantor berita Belarusia Belta.
Lukashenko pada Selasa membantah telah merekayasa krisis tersebut. "Kami tidak mengumpulkan pengungsi di seluruh dunia dan membawa mereka ke Belarus, seperti yang telah diberitahukan Polandia kepada Uni Eropa. Mereka yang datang ke Belarus secara legal, kami terima di sini, sama seperti negara lain," tegasnya.
(wk/zodi)