Pemerintah British Columbia Kanada Umumkan Keadaan Darurat Banjir, Ribuan Orang Dievakuasi
British Columbia Ministry of Transportation
Dunia

Akibat dari cuaca ekstrem memicu terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Kini, pemerintah Provinsi British Columbia Kanada telah mengumumkan keadaan darurat banjir.

WowKeren - Saat ini, cuaca ekstrem tengah membayangi sejumlah negara di dunia. Seperti yang terjadi di kawasan British Columbia Kanada. Pada Rabu (17/11), Pemerintah Provinsi British Columbia Kanada mengumumkan keadaan darurat akibat hujan deras selama beberapa hari belakangan.

Bahkan hujan deras tersebut diketahui menyebabkan tanah longsor yang menewaskan satu orang. Selain itu, pejabat setempat juga memberi peringatan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan bisa terus meningkat.

Melansir UPI, Perdana Menteri John Horgan mengumumkan keadaan darurat pada Rabu (17/11) sore, dalam sebuah konferensi pers. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi dalam 500 tahun telah menghancurkan seluruh komunitas dan memaksa ribuan orang mengungsi dengan banyak lainnya terdampar oleh penutupan jalan dan tanah longsor.

"Beberapa hari terakhir sangat sulit bagi warga British Columbia karena kami telah mengalami bencana alam lainnya," terang Horgan.


Sementara itu, pada Selasa (16/11), Royal Canadian Mounted Police mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pihak berwenang satu hari sebelumnya menemukan mayat wanita dari tanah longsor yang terjadi di dekat Lillooet, komunitas Sungai Fraser di Timur Laut Vancouver. Menanggapi hal tersebut, Horgan menyebut bahwa kematian itu adalah berita buruk bagi keluarga dan seluruh British Columbia.

"Sayangnya, kami berharap untuk mengkonfirmasi lebih banyak kematian dalam beberapa hari mendatang," ungkap Horgan. Artinya bahwa, pihaknya berupaya terus untuk bisa menemukan dan mengidentifikasi korban tanah longsor yang belum diidentifikasi.

Horgan menerangkan bahwa akibat dari tanah longsor tersebut, memaksa beberapa jalan raya ditutup, membatasi akses darurat, dan berdampak pada rantai pasokan, sehingga meminta penduduk untuk tidak menimbun barang. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan sejak Rabu (17/11), telah menunjukkan secara online kerusakan infrastruktur jalan, termasuk jalan raya pegunungan yang hancur dan terendam banjir.

Dalam deklarasi darurat, Horgan menekankan akan membantu mengelola rantai pasokan yang terkena dampak serta mengisinya kembali, membantu keamanan daerah yang tergenang dan memulihkan air minum, di antaranya menawarkan lebih banyak sumber daya dan fleksibilitas kepada pemerintah provinsi untuk menanggapi bencana. Deklarasi ini bakal berlaku selama 14 hari ke depan, tetapi bisa saja diperpanjang.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait