Pihak berwenang Hong Kong menggunakan roti sebagai umpan untuk memancing babi hutan turun dari lereng bukit selama operasi penangkapan sebelum membunuh mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 18 November 2021 - 15:59 WIB
WowKeren - Pihak berwenang Hong Kong telah memulai kampanye untuk mengurangi jumlah babi hutan yang kian banyak di perkotaan. Pada Rabu (17/11) malam mereka berhasil menangkap dan membunuh tujuh ekor babi hutan di sekitar pusat keuangan, setelah seorang polisi digigit pekan lalu.
Penangkapan babi hutan dilakukan di sebuah distrik di mana pihak berwenang mengatakan beberapa penduduk terlihat memberi mereka makan. Penangkapan ini menandai perubahan kebijakan dalam mengendalikan hewan liar yang paling sering terlihat di kota itu.
"Dokter hewan menggunakan senjata panah untuk menangkap tujuh babi hutan," kata Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) dalam sebuah pernyataan. "Untuk dibunuh secara manusiawi melalui suntikan obat."
Namun, metode yang mereka lakukan telah menuai kecaman. Mereka menggunakan roti sebagai umpan untuk memancing babi hutan turun dari lereng bukit selama operasi "tangkap-dan-bunuh" di Wong Chuk Hang pada Rabu malam.
Para dokter hewan berhasil menjatuhkan tujuh babi hutan setelah membius mereka dengan senjata panah. Roni Wong Ho-yin dari Hong Kong Wild Boar Concern Group mengecam metode departemen itu yang menggunakan makanan untuk memancing babi hutan keluar sebelum mengakhiri hidup mereka, menyebutnya sebagai hal keji dan tercela.
Wong mengatakan pihak berwenang harus membuat undang-undang yang melarang memberi makan hewan liar dan mengurangi konflik antara mereka dan manusia. Apa yang dilakukan oleh AFCD sama sekali bertolak belakang dengan yang selama ini diajarkan oleh pemerintah.
"Pemerintah telah lama mendidik warga untuk memperlakukan hewan dengan benar dengan cinta dan perhatian," ujarnya dalam sebuah program radio pagi. "Dan sekarang mereka berada di jalan yang benar-benar berlawanan."
Simon Chan Kin-fung, asisten direktur AFCD mengatakan jika babi hutan sudah tidak takut pada manusia. Pihaknya telah mengadopsi metode tangkap dan lepaskan selama beberapa tahun terakhir.
Namun cara itu tak seberapa memberikan efek signifikan mengingat babi hutan masih kembali ke daerah perkotaan. Untuk itu, dia menekankan departemen akan tetap berpegang pada metode yang sama.
(wk/zodi)