Ekspansi Ekonomi Korea Selatan Ancam Keberadaan Pantai yang Diperburuk dengan Perubahan Iklim
pixabay.com/Ilustrasi/ELG21
Dunia

Ekspansi ekonomi telah menggerogoti beberapa pantai populer di negara itu dan semakin diperburuk oleh perubahan iklim yang telah menyebabkan naiknya permukaan air.

WowKeren - Ekspansi ekonomi yang cepat telah berdampak pada kondisi pantai di Korea Selatan. Baik pejabat maupun penduduk setempat mengakui jika ekspansi ekonomi telah menggerogoti beberapa pantai paling populer di negara itu.

Yang mana, tren itu semakin diperburuk oleh perubahan iklim, yang telah menyebabkan naiknya permukaan air dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Sacheonjin, di provinsi Gangwon timur, adalah satu dari 43 pantai yang ditetapkan mengalami erosi pantai "serius" pada 2020.

Jumlah itu naik dari sebelumnya yang hanya berjumlah 12 pada 2018 lalu menurut survei terhadap 250 pantai oleh kementerian kelautan dan perikanan. Provinsi pesisir timur termasuk yang paling parah terkena erosi, terhitung 25 dari 43 pantai yang paling parah terdampak.

Anggota parlemen Kim Tae-heum menilai jika semakin pesatnya dampak erosi dirasakan, juga tak lepas dari pemerintah yang menurutnya kurang antusias dalam mengambil langkah untuk pemeliharaan pantai. Pemerintah dikatakannya perlu menyalurkan lebih banyak dana untuk upaya itu, bahkan jika perlu dengan mengambil alih program kota.


"Erosi pantai semakin cepat karena kurangnya kemauan pemerintah untuk meningkatkan pemeliharaan pantai," kata anggota parlemen Kim Tae-heum. "Ini harus mengamankan dan menyalurkan lebih banyak dana dan mengambil alih program kota jika perlu."

Sacheonjin merupakan pantai favorit bagi peselancar dan wisatawan selama bertahun-tahun. Pantai ini menawarkan air biru yang jernih serta pasir pantai yang lembut, memberikan pengalaman yang lebih tenang daripada pilihan yang lebih ramai di pantai timur. Namun, gelombang tinggi pada tahun ini dan juga topan pada Agustus lalu, telah menghanyutkan sebagian besar pantai itu.

"Perairannya tidak pernah sedekat ini dan ombaknya tidak pernah setinggi ini selama 12 tahun terakhir," kata Choi Jong-min, yang mengelola wisma Sacheonjin. "Tempat ini terkenal dengan ombak yang tenang, tapi lihat, ombaknya sangat berbeda sekarang."

Saat air menelan pasir, beberapa bisnis terpaksa pindah. Di tempat lain, bahkan terbentuk bukit pasir terjal setinggi 5 meter, yang memicu kekhawatiran keamanan dan mengganggu pariwisata.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait