Papua Nugini Diprediksi Butuh Waktu 5 Tahun Untuk Bisa Vaksinasi Sepertiga Populasinya
sehatnegeriku.kemkes.go.id
Dunia

Prediksi ini merupakan hasil pemodelan Lowy Institute yang memperkirakan kapan negara-negara Pasifik akan mencapai tonggak penting vaksinasi virus corona (COVID-19).

WowKeren - Beberapa negara Pasifik diprediksi hanya akan bisa memvaksinasi kurang dari seperempat populasi dewasanya pada akhir tahun 2021 ini. Papua Nugini bahkan diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk memvaksinasi sepertiga populasinya.

Prediksi ini merupakan hasil pemodelan Lowy Institute yang dirilis pada Minggu (21/11). Pemodelan ini memperhitungkan faktor-faktor termasuk akses ke vaksin, jumlah petugas kesehatan, urbanisasi, topografi dan keraguan vaksin untuk memperkirakan kapan negara-negara Pasifik akan mencapai tonggak penting vaksinasi COVID-19.

Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, Papua Nugini yang kini tengah menghadapi Varian Delta saat ini baru memvaksinasi sekitar 3 persen populasi orang dewasanya. Kepulauan Solomon diperkirakan hanya mampu memvaksinasi 23 persen populasi orang dewasanya pada akhir tahun. Sedangkan Vanuatu diprediksi hanya mampu memvaksinasi 29 persen orang dewasa.

"Melihat apa yang terjadi di PNG (Papua Nugini) dan Melanesia lainnya sedikit mengejutkan saya," kata Alexandre Dayant, penulis utama model tersebut, dikutip dari The Guardian. "Menurut model kami, (tingkat vaksinasi) PNG tidak akan mencapai lebih dari 36 persen populasi orang dewasa pada Agustus 2026. Ini sangat memprihatinkan. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang akan terjadi pada negara-negara yang tidak mendapatkan vaksinasi lengkap di masa depan. Apakah mereka akan menjadi paria di dunia ini?"


Meski demikian, ada banyak negara Pasifik yang lebih kecil yang cakupan vaksinasinya sudah hampir mencapai 100 persen beberapa bulan lalu. Negara-negara ini mendapat dukungan dari negara-negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

Salah satunya adalah Palau yang terletak di Pasifik Utara. Palau memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan lebih dari 99 persen populasi orang dewasanya telah divaksinasi lengkap. Negara berpenduduk hampir 20.000 orang ini sekarang meluncurkan suntikan booster. Selain itu, ada pula Nauru, Niue, Kepulauan Cook, dan Tuvalu yang cakupan vaksinasinya hampir mencapai 100 persen populasi orang dewasa.

Selain cakupan vaksinasi, penelitian ini juga melihat pasokan vaksin dari negara-negara donor ke wilayah Pasifik. Australia telah berkomitmen untuk menyediakan 11,4 juta dosis atau sekitar 66 persen dari pasokan kawasan. Sedangkan Covax memberikan 4,5 juta dosis, diikuti oleh Selandia Baru, Cina, AS, dan India.

"Masalahnya bukan pasokan vaksin, tapi permintaan vaksin," kata Dayant. "Salah satu alasan terbesar keraguan vaksin adalah informasi yang salah. Informasi yang salah menyebar jauh lebih cepat daripada virus di Pasifik. Salah satu masalah besar di Pasifik adalah bahwa media sosial adalah sumber informasi utama … Ini melemahkan upaya yang dilakukan komunitas internasional untuk menyuntikkan vaksin ke tangan orang-orang."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts