Banyak Imigran Ilegal Ditindak, Pelaku Bisnis Thailand Keluhkan Kurangnya Pekerja Migran
pixabay.com/PTLlab
Dunia

Di satu sisi, pemerintah telah menindak para imigran yang melintasi perbatasan secara ilegal mencari pekerjaan. Namun di sisi lainnya, justru banyak sektor yang mengeluhkannya.

WowKeren - Pembukaan kembali perbatasan Thailand untuk turis mancanegara rupanya turut menyisakan persoalan lain. Meskipun langkah ini telah memicu pemulihan ekonomi dan memungkinkan orang-orang untuk kembali bekerja, namun justru banyak pelaku bisnis yang berjuang dengan masalah kurangnya tenaga migran.

Di satu sisi, pemerintah telah menindak para imigran yang melintasi perbatasan secara ilegal mencari pekerjaan. Namun di sisi lainnya, justru banyak sektor yang mengeluh bahwa pemerintah tidak siap untuk pembukaan kembali negara itu dan tidak melakukan upaya untuk mengizinkan pekerja migran asing masuk.

Para pelaku bisnis memperkirakan saat ini ada kekurangan tenaga kerja sekitar 400.000 orang untuk bekerja di beberapa bidang. Tak hanya untuk jasa pariwisata, namun juga sektor konstruksi restoran, warung makan, dan bisnis lokal lainnya yang sering didukung oleh tenaga kerja pendatang.

Sektor-sektor ini meminta pemerintah untuk mempercepat proses pemulangan pekerja migran setelah krisis COVID-19. Menurut mereka, pemerintah seharusnya juga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja sebagai bagian dari pembukaan internasional yang sukses dan membuat akomodasi untuk ini tersedia lebih cepat.


Seorang ekonom tenaga kerja di Universitas Chulalongkorn Lae Dilokvidhyarat meminta pemerintah untuk mengambil tindakan cepat. Ia mengatakan bahwa penanganan yang tidak tepat terkait masalah tenaga kerja justru berpotensi menghalangi pemulihan pariwisata ekonomi.

"Birokrasi Thailand telah gagal memfasilitasi pemulangan pekerja migran," ujarnya. "Sementara permintaan tenaga kerja tinggi karena negara itu dibuka kembali."

Ia mengambil contoh ketika restoran kekurangan tenaga kerja maka justru tidak bisa menjawab permintaan pariwisata. Alhasil, kondisi ini akan memperlambat pemulihan yang selama ini dinanti-nanti.

"Ketika lebih banyak turis mengunjungi negara itu, restoran menghadapi kekurangan tenaga kerja," tambahnya lagi. "Ini akan mencegah industri pariwisata pulih dengan cepat."

Menteri Tenaga Kerja Suchat Chomklin memiliki rencana untuk menandatangani nota kesepahaman dengan masing-masing negara tetangga yang secara tradisional memasok Thailand dengan pekerja migran. Rencana itu akan memungkinkan pekerja imigran memasuki Thailand secara legal mulai bulan depan.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts