Berpotensi Cemari Sungai, Festival Loy Krathong untuk Dewi Air di Thailand Jadi Sorotan
AP/Sakchai Lalit
Dunia

Meskipun terbuat dari bahan alami, namun jumlah krathong yang diapungkan ke sungai terlalu banyak sehingga dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan dan mematikan ikan di dalamnya.

WowKeren - Pada Jumat (19/11) pekan lalu, tepatnya di bawah bulan purnama, banyak orang Thailand berkumpul di tepi sungai dan kanal untuk melakukan persembahan yang disebut krathong. Persembahan ini dilakukan untuk mengucapkan terima kasih kepada dewi air. Tetapi para pengumpul sampah di Bangkok dengan cepat membersihkan saluran air sebelum matahari terbit.

Festival Loy Krathong dikenal sebagai tradisi populer di mana orang Thailand berdoa kepada dewi air dan mengapungkan krathong. Krathong ini biasanya terbuat dari batang pohon pisang dan dihiasi dengan daun, bunga, lilin, dan dupa.

Meski krathong adalah persembahan kepada dewi air, banyak yang menganggap tradisi itu kontradiktif karena dapat mencemari saluran air dan membunuh ikan. Seorang ahli biologi kelautan Thailand berbicara dengan Associated Press mengatakan orang telah berhenti menggunakan styrofoam untuk membuat krathong.

Seorang direktur Greenpeace Thailand mengatakan kepada AP bahwa orang perlu "merevolusi" praktik tersebut untuk memungkinkan saluran air pulih. Bahkan krathong yang terbuat dari bahan alami pun dapat merusak lingkungan.


Ia mengatakan bahwa meskipun alami, namun jumlah krathong yang ada terlalu banyak sehingga melebihi jumlah yang dapat teratasi secara alami. "Kita tidak boleh melepaskan krathong, karena meskipun terbuat dari bahan alami, jumlahnya melebihi apa yang dapat ditangani sungai secara alami," ujarnya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa masyarakat Thailand masih bergantung pada air bersih untuk menunjang kehidupan mereka. Sedangkan Loy Krathong sendiri tujuan dasarnya adalah untuk melindungi sungai alih-alih mencemarinya.

"Kami bergantung pada air bersih untuk mata pencaharian kami," lanjutnya lagi. "Dan tujuan Loy Krathong adalah untuk melindungi dan meremajakan sungai kami tanpa memasukkan apa pun ke dalamnya."

Meski kebanyakan krathong terbuat dari bahan alami seperti batang dan daun pohon pisang, namun lusinan peniti digunakan untuk menahan desain daun. Ada juga yang membuat krathong dari es krim dan roti.

"Jika Anda mengapungkan krathong di suatu sungai tanpa ikan, itu akan menyebabkan polusi di air," lanjutnya. "Sulit untuk mengumpulkannya juga, karena roti menyerap air dan tenggelam ke sungai."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait