Sebut 'Jirisan' Gagal, Pengiklan Ini Akhirnya Minta Maaf
Instagram/tvn_drama
TV

Salah satu pengiklan 'Jirisan' akhirnya minta maaf usai mempromosikan produknya dengan merendahkan drama ini. Simak pernyataan lengkap mereka di bawah ini.

WowKeren - Baru-baru ini salah satu iklan yang disisipkan dalam drama tvN "Jirisan" menjadi sasaran kritik. Sebab alih-alih memberikan dukungan, iklan itu justru menyindir kegagalan "Jirisan".

Iklan itu sendiri mempromosikan produk dari brand NEPA yang dikenal sebagai salah satu sponsor "Jirisan". Selain itu, Jun Ji Hyun yang merupakan pemeran utama "Jirisan" juga menjadi model dari brand tersebut.

Iklan tersebut dianggap kontroversial karena menyertakan kalimat menghina seperti, "'Jirisan' gagal, tapi NEPA tetaplah NEPA". Ini dapat diartikan sebagai, "Kualitas dan kekuatan merek produk NEPA tetap ada bahkan ketika 'Jirisan' mendapat ulasan negatif" dan meskipun NEPA berpartisipasi dalam "Jirisan" sebagai pengiklan.

Sindir Kegagalan \'Jirisan\', Pengiklan Ini Akhirnya Minta Maaf

Source: Naver


Setelah ramai dikritik, Samsung Card selaku pengiklan akhirnya mengeluarkan permintaan maaf pada Selasa (23/11). Mereka menyesal telah membuat iklan tidak pantas hingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Pihak Samsung Card menyatakan, "Kami memasang iklan promosi NEPA dari kami sendiri pada 21 November. Kami langsung menghapus iklan itu segera setelah menyadari kalimat yang digunakan di iklan itu menyebabkan ketidaknyamanan."

Mereka melanjutkan, "Dengan ini, kami minta maaf kepada para pelanggan, pihak NEPA, rumah produksi drama serta pihak lain yang merasa tidak nyaman. Ke depannya, Samsung Card akan terus melakukan yang terbaik agar pelanggan serta brand tidak merasa kesal. Sekali lagi kami menundukkan kepala untuk meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman."

Sebelumnya, seorang pejabat dari NEPA sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pembuatan frasa tersebut. Pejabat tersebut berkomentar, "Itu dikonfirmasi sebagai jendela pop-up yang diunggah di pusat perbelanjaan khusus untuk karyawan sebuah perusahaan, bukan mal milik merek kami sendiri."

"Iklan dilakukan terlepas dari (kebijakan) kami. Saat ini, poster tersebut telah diturunkan dan kami sedang menyelidiki hal-hal terkait," pungkas pejabat tersebut.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts