Imbas Gelombang Resign Besar-besaran, AS Kekurangan Tenaga Medis hingga Guru
AP
Dunia

Jumlah orang yang mengundurkan diri diperkirakan akan terus meningkat. Survei menunjukkan 31 persen dari tenaga kesehatan yang tersisa telah mempertimbangkan untuk mundur.

WowKeren - Gelombang resign pekerja Amerika Serikat telah mencapai tingkat bersejarah sejak musim semi 2021. Aksi ini menyebabkan banyak industri harus berjuang dengan masalah kurangnya tenaga kerja.

Dampak tersebut sangat terasa di bidang kesehatan dan pendidikan. Sekitar setengah juta petugas kesehatan atau hampir seperlima jumlah di AS telah berhenti dari pekerjaan mereka sejak pandemi COVID-19 dimulai, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

Sebuah laporan di The Atlantic mengungkapkan bahwa alasan para dokter dan perawat pergi berbondong-bondong meninggalkan pekerjaan mereka adalah karena terlalu trauma untuk bekerja lagi, menderita efek samping jangka panjang setelah tertular COVID-19 dan merasa tidak dihargai atas apa yang telah mereka alami. Sementara yang lainnya di-PHK.

Banyak petugas kesehatan memberi tahu The Atlantic bahwa tantangan terakhir bukanlah virus itu sendiri. Mereka kecewa dengan bagaimana atasan mereka menanggapinya dan harus bekerja di bawah kondisi yang berat dengan sedikit perhatian dan gaji yang tidak memadai.


Jumlah orang yang mengundurkan diri diperkirakan akan terus meningkat. Survei Morning Consult menunjukkan 31 persen dari tenaga kesehatan yang tersisa telah mempertimbangkan untuk mundur, dan jumlah ini meningkat menjadi 66 persen di antara perawat perawatan akut dan kritis, menurut American Association of Critical-Care Nurses.

Pekerja medis di AS kehabisan alat pelindung diri sejak awal pandemi COVID-19. Peluncuran vaksin awalnya membawa harapan untuk mengakhiri pandemi, tetapi rumah sakit di seluruh AS kembali kewalahan dengan penyebaran varian Delta dan pelonggaran persyaratan masker.

Sementara itu di bidang pendidikan, pandemi juga memicu eksodus guru. Banyak sekolah di seluruh negeri berjuang untuk tetap buka ketika guru mengambil cuti atau harus masuk karantina. Bahkan beberapa sekolah dilaporkan telah beralih ke pembelajaran virtual.

New York Times melaporkan bahwa permintaan untuk guru pengganti telah melonjak, dengan sejumlah sekolah harus menurunkan standar perekrutan mereka untuk mengisi lowongan. Bahkan bulan lalu, setidaknya dua negara bagian, Missouri dan Oregon, terpaksa menghapus persyaratan gelar sarjana mereka untuk guru sementara waktu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts