Tanzania Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Usai Melahirkan
rawpixel
Dunia

Magufuli pada 2017 mendukung pengusiran gadis hamil dari sekolah-sekolah negeri. Para ibu remaja ini juga dilarang kembali hadir di dalam kelas usai melahirkan.

WowKeren - Pemerintah Tanzania mengatakan akan mengizinkan para siswi kembali ke sekolah untuk melanjutkan studi mereka setelah melahirkan. Langkah ini membalikkan kebijakan yang dikritik keras yang diterapkan oleh mendiang mantan Presiden John Magufuli.

Magufuli pada 2017 mendukung pengusiran gadis hamil dari sekolah-sekolah negeri. Para ibu remaja ini juga dilarang kembali hadir di dalam kelas usai melahirkan, yang mana ini merupakan kebijakan yang berlaku sejak tahun 1961. Juru kampanye hak asasi manusia menuduh Tanzania telah melakukan diskriminasi karenanya.

Namun setelah kematian Magufuli tahun ini, Samia Suluhu Hassan yang merupakan penggantinya, ingin melepaskan diri dari beberapa kebijakan Magufuli. Hingga pada Rabu (24/11), Menteri Pendidikan Joyce Ndalichako mengatakan bahwa siswi sekolah yang hamil akan diizinkan untuk melanjutkan pendidikan formal setelah mereka melahirkan.

"Saya akan mengeluarkan surat edaran hari ini," katanya pada sebuah upacara di ibu kota, Dodoma. "Tidak ada waktu untuk menunggu."


Sebelumnya saat Magufuli masih berkuasa, ia telah berjanji bahwa tidak akan ada siswi hamil yang akan menyelesaikan studi mereka di bawah pengawasannya. Menurutnya, adalah hal yang tidak bermoral bagi gadis-gadis muda untuk aktif secara seksual.

"Saya memberikan uang kepada seorang siswa untuk belajar secara gratis," ujarnya pada tahun 2017 lalu. "Dan kemudian, dia hamil, melahirkan dan setelah itu, kembali ke sekolah. Tidak, itu tidak akan terjadi di bawah mandat saya."

Tak pelak, keputusan ini menuai kritik luas dari kelompok pembela hak asasi manusia maupun donor internasional. Mereka bahkan memotong dana mereka ke negara itu sebagai tanggapan atas kebijakan Magufuli.

Pada saat itu, Human Rights Watch (HRW) menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa pejabat sekolah di Tanzania sedang melakukan tes kehamilan ke para siswi. Siswi yang kedapatan hamil akan dikeluarkan yang mana ini dianggap merampas hak mereka untuk mendapatkan pendidikan. Lebih dari 120.000 anak perempuan putus sekolah setiap tahun di Tanzania, dan 6.500 di antaranya karena hamil atau memiliki anak

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts